BACAMALANG.COM – Rencana laga derby Jawa Timur antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan BRI Super League dipastikan batal digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada 28 April 2026.
Kapolres Malang, Muhammad Taat Resdi, menegaskan bahwa pihak kepolisian belum mengeluarkan rekomendasi izin pertandingan. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari potensi gangguan keamanan hingga penolakan publik.
“Kami mencermati dinamika di media sosial, di mana potensi provokasi cukup tinggi, juga adanya ujaran kebencian dan ancaman gangguan kamtibmas lainnya,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Meski demikian, pertandingan diperkirakan tetap berlangsung sesuai jadwal, namun dengan pemindahan lokasi. Keputusan final akan ditentukan oleh Polda Jawa Timur setelah menerima hasil rapat koordinasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Rapat koordinasi yang digelar di Polres Malang tersebut dihadiri perwakilan suporter, koordinator wilayah kecamatan, serta Forkopimda Kabupaten Malang. Pertemuan membahas dua laga kandang Arema FC, yakni melawan Persis Solo pada 18 April dan Persebaya Surabaya pada 28 April.
“Untuk pertandingan melawan Persebaya, dengan berbagai pertimbangan kami belum siap. Adanya penolakan serta trauma pasca Tragedi Kanjuruhan menjadi faktor utama,” kata AKBP Taat.
Selain faktor keamanan, Pemerintah Kabupaten Malang juga mengkhawatirkan potensi terganggunya program strategis nasional apabila pertandingan tetap dipaksakan digelar di Kanjuruhan. Trauma sosial yang masih dirasakan masyarakat pasca tragedi 1 Oktober 2022 turut menjadi pertimbangan kuat.
Sementara itu, puluhan Aremania yang tergabung dalam Aremania Bersatu menyampaikan aspirasi ke DPRD Kabupaten Malang, Kamis (15/4/2026). Mereka menilai keputusan kepolisian tidak mengeluarkan rekomendasi bertentangan dengan kesepakatan yang sebelumnya telah dibangun antara suporter dan panitia pelaksana.
Juru bicara Aremania Bersatu, Sudarmaji, mengaku kecewa karena suporter tidak dilibatkan dalam rapat koordinasi. “Sebagai stakeholder utama, kami tidak diundang. Hal ini menimbulkan kecurigaan seolah-olah rekomendasi memang diarahkan agar laga tidak digelar di Kanjuruhan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Aremania telah melakukan konsolidasi dan berkomitmen menjaga keamanan serta sportivitas. Namun, keputusan tersebut dinilai mengabaikan komitmen suporter. “Terhadap keputusan Forkopimda Malang ini, kami sangat menyayangkan,” tambahnya.
Dalam audiensi yang dipimpin anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Fakih Pilihan, DPRD menyatakan siap menampung aspirasi Aremania dengan tetap bersikap netral. Aremania Bersatu juga menegaskan bahwa aksi yang dilakukan bersifat damai, sebagai bentuk kekompakan dan kendali suporter.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































