BACAMALANG.COM – Delapan dekade perjalanan Polisi Wanita (Polwan) di Indonesia bukan sekadar catatan sejarah. Dari enam perempuan yang pertama kali mengikuti pendidikan kepolisian di Bukittinggi pada 1948, kini Polwan hadir di berbagai lini tugas kepolisian dengan peran yang semakin luas.
Semangat tersebut turut mewarnai peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan di Polres Malang. Peringatan tahun ini mengusung tema “One Police Woman, Extraordinary Impact”, yang menekankan pentingnya setiap personel Polwan menghadirkan dampak positif melalui tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Kasi Humas Polres Malang AKP M Budiono mengatakan, peringatan HUT Polwan menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat pembinaan personel.
“Ini menjadi pengingat bagi seluruh Polwan untuk terus meningkatkan kemampuan, profesionalisme dan integritas. Yang paling penting, kemampuan itu bisa diwujudkan dalam pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Budiono.
Menurutnya, profesionalisme Polwan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis. Kemampuan berkomunikasi, kedisiplinan serta sikap humanis juga menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas.
“Polwan punya peran penting dalam memberikan pelayanan yang humanis. Masyarakat harus merasa aman, nyaman dan mendapatkan pelayanan yang profesional ketika berhadapan dengan anggota Polri,” katanya.
Peringatan HUT ke-78 Polwan di Polres Malang juga diisi dengan sejumlah kegiatan sosial. Mulai dari bakti sosial, kegiatan bersih lingkungan, syukuran hingga doa bersama.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara Polwan dan masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar.
Budiono menegaskan, pembinaan terhadap personel Polwan akan terus dilakukan seiring semakin kompleksnya tantangan tugas kepolisian.
“Jangan sampai semangat pengabdian hanya terlihat saat ada kegiatan. Justru yang utama adalah bagaimana setiap hari Polwan menjalankan tugas dengan baik, melayani dengan tulus dan bisa membantu masyarakat,” tegasnya.
Berawal dari Enam Perempuan di Bukittinggi
Keberadaan Polwan di Indonesia memiliki sejarah panjang. Cikal bakal Polisi Wanita bermula di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 1 September 1948.
Kala itu, enam perempuan mendapat kesempatan mengikuti pendidikan kepolisian di Sekolah Polisi Negara. Kehadiran mereka menjadi tonggak awal perjalanan Polwan di Indonesia.
Seiring perkembangan zaman, peran Polwan semakin luas. Tidak hanya berkutat pada tugas pelayanan masyarakat, Polwan kini terlibat dalam penegakan hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), hingga berbagai tugas operasional kepolisian.
Memasuki usia ke-78, perjalanan panjang tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi setiap Polwan untuk terus meningkatkan kapasitas dan memberikan pelayanan terbaik.
“Harapannya seluruh Polwan semakin solid dan profesional. Sesuai tema tahun ini, satu Polwan harus bisa memberikan dampak yang luar biasa, sekecil apa pun bentuk pelayanan yang diberikan kepada masyarakat,” pungkas Budiono.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

























































