Fapet Resmi Gunakan Nama Baru FAST UB, Tegaskan Transformasi Peternakan Berbasis Sains dan Teknologi - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 14 Agu 2026 18:16 WIB ·

Fapet Resmi Gunakan Nama Baru FAST UB, Tegaskan Transformasi Peternakan Berbasis Sains dan Teknologi


 Prosesi nama baru Fakultas Peternakan yang bertransformasi menjadi Faculty of Animal Science and Technology (FAST) UB, Jumat (14/8/2026). (Nedi Putra AW)
Perbesar

Prosesi nama baru Fakultas Peternakan yang bertransformasi menjadi Faculty of Animal Science and Technology (FAST) UB, Jumat (14/8/2026). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Universitas Brawijaya (UB) resmi memperkenalkan nama baru Fakultas Peternakan (Fapet) menjadi Faculty of Animal Science and Technology (FAST), Jumat (14/8/2026). Perubahan tersebut menjadi bagian dari transformasi fakultas dalam memperkuat pendidikan, riset, dan inovasi peternakan yang semakin adaptif terhadap perkembangan sains dan teknologi.

Perubahan nama fakultas tersebut tertuang dalam Peraturan Rektor Universitas Brawijaya Nomor 44 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 28 April 2026 dan mulai berlaku pada 2 Mei 2026.

Peresmian nama baru FAST UB sekaligus Taman FAST tersebut digelar di Halaman Gedung 2 FAST UB, yang sekaligus menjadi bagian dari rangkaian penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FAST UB Pasupala Aruardhana 2026.

Dekan FAST UB, Prof. Dr. Ir. M. Halim Natsir, S.Pt., MP., IPM., ASEAN Eng, mengatakan perubahan nama tersebut bukan sekadar perubahan identitas kelembagaan. Menurutnya, transformasi tersebut mencerminkan penguatan arah fakultas dalam mengembangkan pendidikan dan riset peternakan yang berbasis sains, teknologi, serta keberlanjutan.

Dekan FAST UB, Prof. Dr. Ir. M. Halim Natsir, S.Pt., MP., IPM., ASEAN Eng (lima dari kiri), mendampingi Evi Zainal Abidin, B.Com., (hijab putih), Ketua Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Grati – Pasuruan dan jajaran dosen FAST UB saat gerakan minum susu bersama dalam rangkaian peresmian nama baru FAST UB dan Taman FAST, yang juga menjadi bagian dari rangkaian penutupan PKKMB FAST UB Pasupala Aruardhana 2026. (Nedi Putra AW)

“Perubahan nama ini mencerminkan penguatan bukan ke arah sains saja, namun juga teknologi, arah pendidikan, riset, dan inovasi peternakan modern yang berbasis sains, teknologi, industri dan keberlanjutan,” ujar Prof. Halim.

Menurutnya, perkembangan industri peternakan menuntut perguruan tinggi untuk terus menyesuaikan diri. Lulusan tidak cukup hanya memiliki pemahaman teoritis, tetapi juga harus mampu menguasai teknologi, berinovasi, serta memahami kebutuhan industri dan masyarakat.

“Hal ini tercermin dari logo yang mencerminkan kita harus bergerak cepat dan revolusioner. Sementara sebagai institusi penghasil SDM, maka fakultas tidak bisa berdiri sendiri, sehingga kolaborasi menjadi kata kunci, baik itu dengan dunia industri maupun universitas-universitas di luar negeri,” jelasnya.

Penutupan PKKMB FAST UB Pasupala Aruardhana 2026 ini juga diisi dengan agenda minum susu bersama, yang bertujuan memberikan edukasi gemar minum susu dan ketahanan pangan.

Para mahasiswa baru FAST UB saat gerakan minum susu bersama dalam rangkaian peresmian nama baru FAST UB dan Taman FAST, yang juga menjadi bagian dari rangkaian penutupan PKKMB FAST UB Pasupala Aruardhana 2026. (Nedi Putra AW)

Evi Zainal Abidin, B.Com., Ketua Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Grati – Pasuruan hadir membagikan pengalaman pengelolaan kelembagaan peternak, peran koperasi, serta pentingnya kolaborasi dan kelembagaan dalam meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.

“Konsumsi susu di negara tetangga, ambil contoh aja Malaysia itu sudah 40%, Singapura 60%. Bahkan kalau kita bicara seperti Australia itu bahkan di atas 85%, sementara kita masih jauh di bawah itu. Jadi, inilah kenapa kami baik dunia usaha berkolaborasi dengan pemerintah, dan sivitas akademika menggiatkan kembali tradisi minum susu segar,” ujarnya.

Susu dalam gerakan minum susu bersama tersebut adalah susu pasteurisasi produksi KUTT Suka Makmur, Grati – Pasuruan

“Susu segar atau susu pasturisasi ini konten nutrisinya masih utuh. Bakteri baiknya itu sangat bermanfaat untuk kesehatan pencernaan kita dan beberapa nutrisi lainnya juga sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang, khususnya pertumbuhan tulang dan juga pertumbuhan sel-sel otak,” papar wanita berhijab ini.

Evi menambahkan, susu pasteurisasi ini juga mengandung kalsium dan potasium yang cukup tinggi, sehingga sangat bagus sebagai minuman yang bisa untuk menjaga stamina sepanjang hari.

“Jadi, untuk untuk atlet atau kita yang sibuk, susu bisa untuk meningkatkan endurance atau daya tahan kita,” tuturnya.

Oleh karena itu, imbuh Evi, pihaknya terus mendorong masyarakat untuk gemar minum susu, seperti dalam acara-acara seperti ini. Di lingkungan akademis, promo ini juga sebagai pengenalan hilirisasi produk kepada masyarakat.

Ia menegaskan, bahwa KUTT Desa Makmur sudah menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan FAPET UB, baik di bidang penelitian, termasuk memberikan akses kepada mahasiswa untuk bisa melakukan magang dan juga kerja lapangan.

“Kami punya farm yang dapat dimanfaatkan teman-teman mahasiswa di sini seperti laboratorium lapangan, yang tentunya mereka bisa gunakan untuk mendalami ilmu peternakan sapi perah,” terangnya

Prosesi pelepasan merpati menutup PKKMB FAST UB Pasupala Aruardhana 2026, sekaligus peresmian nama baru Fakultas Peternakan yang bertransformasi menjadi Faculty of Animal Science and Technology (FAST) UB, Jumat (14/8/2026). (Nedi Putra AW)

Dikatakan Evi, pihaknya juga melakukan edukasi, menggalakkan gerakan minum segar, dan terus mengangkat konten-konten literasi produk susu khususnya susu pasteurisasi.

“Dari situ, masyarakat akan teredukasi apa sih manfaatnya, apa sih benefit-nya untuk kesehatan, baik dari tumbuh kembang maupun kita di semua umur,” tandasnya.

Sebelumnya, sebanyak 819 mahasiswa baru FAST UB, yang terdiri atas 735 mahasiswa Program Studi Peternakan dan 84 mahasiswa Program Studi Industri Peternakan Cerdas mengikuti paparan dari Ir. Didiek Purwanto, IPU, seorang praktisi peternakan, yang juga Direktur PT Karunia Alam Sentosa Abadi (KASA), serta Kepala Bidang Perbibitan, Pakan dan Produksi Peternakan di Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Ahmad Riza Muzammil, S.Pt., M.M.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Hadapi Aturan Belanja Pegawai 30 Persen, Komisi I Apresiasi Strategi Bupati Malang dalam KUA-PPAS 2027

14 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Pastikan Transaksi Akurat, Disperindag Malang Gelar Tera Ulang UTTP di Pasar Kepanjen

14 Agustus 2026 - 13:38 WIB

PKKMB FAST UB Pasupala Aruardhana 2026 Hadirkan Praktisi dan Kepala Dinas Peternakan Jatim, Tekankan Kesiapan Mahasiswa Hadapi Dunia Industri

14 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Jual Tanah Rp3 Miliar, Hanya Terima Rp200 Juta: Pasangan Lansia Tuna Aksara Tempuh Upaya Hukum

14 Agustus 2026 - 11:46 WIB

Laka Maut Kepanjen: Truk Gandeng Serempet Pemotor, Korban Tewas di Tempat

14 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Perkuat Edukasi dan Literasi Keuangan, OJK Malang Kembali Hadir di Tong Tong Night Market 2026

14 Agustus 2026 - 07:20 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !