BACAMALANG.COM – Persoalan yang dihadapi pengemudi ojek online (ojol) menjadi perhatian Polresta Malang Kota. Sejumlah isu mulai dari parkir, zona penjemputan hingga pelajar di bawah umur yang mengendarai sepeda motor dibahas dalam silaturahmi antara kepolisian dan komunitas ojol.
Pertemuan yang dihadiri Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setyo P.S. bersama jajaran pejabat utama (PJU) Polresta Malang Kota tersebut berlangsung di salah satu rumah makan di Jalan Trunojoyo, Kota Malang.
Perwakilan komunitas ojol dari berbagai platform, seperti Gojek, Grab, Maxim, dan Shopee, turut hadir dalam forum tersebut. Pertemuan dikemas sebagai ruang dialog untuk menyerap aspirasi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang bersinggungan langsung dengan aktivitas para driver di lapangan.
Kombes Pol Danang menegaskan pentingnya menjaga komunikasi antara kepolisian dan komunitas ojol. Menurutnya, komunikasi yang terbuka menjadi salah satu kunci dalam mencegah munculnya persoalan sekaligus mempercepat penyelesaian ketika terjadi permasalahan.
“Komunikasi harus terus dibangun. Setiap persoalan yang muncul kita cari solusinya bersama, termasuk yang membutuhkan koordinasi dengan pemerintah daerah,” ujar Kombes Pol Danang.
Ia menyebut karakter Kota Malang sebagai kota pendidikan, wisata, sekaligus pusat aktivitas pelayanan dan ekonomi membuat mobilitas masyarakat cukup tinggi. Kondisi tersebut secara langsung turut memengaruhi aktivitas transportasi daring dan jasa pengantaran.
Dalam dialog tersebut, sejumlah aspirasi disampaikan perwakilan komunitas ojol. Salah satu yang menjadi perhatian adalah persoalan parkir yang tak jarang memicu gesekan antara driver dengan juru parkir.
Selain itu, para driver juga menyoroti perlunya pengaturan zona penjemputan yang lebih jelas serta fenomena pelajar yang belum cukup umur tetapi sudah mengendarai sepeda motor di jalan raya.
Ketua Komunitas Malang Setill/Grab, Moh Zainul Anwar, berharap persoalan tersebut dapat dicarikan jalan keluar secara bersama-sama sehingga tidak menimbulkan konflik antara driver ojol dan pihak lain.
“Kami berharap persoalan parkir dan zona bagi driver ojol bisa dicarikan solusi bersama. Terutama ada sosialisasi kepada sekolah terkait pelajar yang belum cukup umur mengendarai kendaraan,” jelasnya.
Selain membahas persoalan operasional, pertemuan tersebut juga membicarakan rencana doa bersama untuk mengenang satu tahun wafatnya Affan Kurniawan.
Ketua PDOI Jawa Timur, Puji, menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan, tetapi juga momentum bagi komunitas ojol untuk berkumpul dalam suasana yang positif.
Komunitas ojol, lanjutnya, juga berkomitmen menjaga sinergi dengan kepolisian demi menciptakan keamanan dan kondusivitas di wilayah Kota Malang.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kombes Pol Danang menyatakan Polresta Malang Kota siap memfasilitasi pelaksanaan doa bersama yang dijadwalkan berlangsung Jumat (28/8/2026) di Masjid Baiturrahman Polresta Malang Kota.
Sementara untuk persoalan parkir dan zona operasional ojol, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Malang dan Dinas Perhubungan.
“Untuk doa bersama akan kami fasilitasi. Persoalan parkir akan kami koordinasikan dengan Pemkot dan Dishub, sedangkan masalah pelajar yang berkendara di bawah umur akan kami tindaklanjuti melalui edukasi ke sekolah-sekolah,” tegasnya.
Kasat Intelkam Polresta Malang Kota Kompol Agus Sutanto menambahkan, forum dialog tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan antara kepolisian dan komunitas ojol.
Ia juga mengingatkan para pengemudi agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Para driver diminta tetap mengedepankan ketertiban, keamanan, serta menjaga suasana kondusif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa persoalan di lapangan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi. Dengan terbukanya ruang aspirasi, berbagai persoalan yang dihadapi komunitas ojol dapat dipetakan dan diteruskan kepada instansi terkait untuk dicarikan solusi.
Langkah ini mempertegas komitmen Polresta Malang Kota untuk menjadikan komunikasi dengan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan sosial di Kota Malang.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



















































