BACAMALANG.COM – Memperingati ulang tahunnya yang ke-14, BeSS Resort & Waterpark Hotel and Convention Malang menggelar perayaan yang unik dan penuh kehangatan di area outbound hotel, Lawang, Kabupaten Malang, Selasa (1/9/2026).
Acara yang dikemas dalam konsep “The Longest Birthday Table” ini terdiri dari sejumlah agenda, seperti social gathering, Corporate Social Responsibility (CSR), kultum, dan hiburan yang mengedepankan kebersamaan, persaudaraan serta keberagaman.
Berbeda dari perayaan anniversary pada umumnya, BeSS Resort & Waterpark kali ini secara khusus menggandeng puluhan difabel dan pendamping dari wilayah Malang Raya.
Sekitar 25 hingga 30 peserta disabilitas di bawah koordinasi Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS), termasuk penyandang disabilitas cerebral palsy, tuli, pegiat disabilitas hingga pendamping dan orang tua turut hadir meramaikan suasana. Mereka duduk bersama owner dan manajemen BeSS Resort & Waterpark Malang yang mengusung konsep “The Longest Birthday Table” tersebut.
Tidak hanya sebagai undangan, tetapi mereka juga menunjukkan karya dan bakat terbaik mereka, seperti karya Batik Ciprat dengan fashion show hingga karya literasi dari novelis difabel daksa Anita FN Sunardi yang telah menyelesaikan 17 buku, baik solo maupun kolaborasi.
Suasana larut dalam haru ketika sepenggal puisi dari salah satu buku Anita dibacakan. Bahkan beberapa hadirin tampak menyeka sudut matanya.
Para tamu difabel ini juga menerima bingkisan dari owner berupa produk UMKM dan sayuran hasil dari kebun BeSS Resort & Waterpark Malang.

Salah seorang teman tuli saat fashion show Batik Ciprat dalam perayaan ulang tahun ke-14, BeSS Resort & Waterpark Hotel and Convention Malang di area outbound hotel, Lawang, Kabupaten Malang, Selasa (1/9/2026). (Nedi Putra AW)
Founder Linksos Ken Kerta menyambut positif inisiatif dari pihak manajemen BeSS Resort & Waterpark. Ia menyampaikan bahwa kegiatan pertama ini penting sebagai momen inklusivitas di ruang publik di Kabupaten Malang.
“Ini langkah awal yang sangat bagus. Inklusif itu dimulai dari penerimaan, bukan sekadar pengetahuan atau keterampilan. Penerimaan itu menyangkut bagaimana lingkungan bisa memahami dan mengakui keberagaman,” ungkapnya di sela-sela acara.
Selama ini, lanjut Ken, Kabupaten Malang dikenal sebagai pusat produksi karya-karya difabel, seperti kerajinan kriya dan batik yang terpusat di kawasan Lawang. Kolaborasi bersama pihak perhotelan menjadi angin segar untuk memperluas pemasaran produk-produk inklusif tersebut.
Ken menyampaikan, sebagai bentuk komitmen keberlanjutan, manajemen BeSS Resort & Waterpark bersama komunitas difabel juga telah merencanakan kerja sama strategis jangka panjang. Ke depan, pihak hotel akan menyediakan display area khusus untuk memasarkan produk-produk UMKM karya teman-teman difabel di area hotel.
“Tak hanya itu, sebagai upaya menciptakan lingkungan kerja dan pelayanan perhotelan atau hospitality yang ramah disabilitas, direncanakan pula program pelatihan etika interaksi dan pendampingan difabel bagi jajaran staf hotel, mulai dari security, front office, hingga housekeeping,” paparnya.

Owner dan jajaran manajemen BeSS Resort & Waterpark Hotel and Convention Malang bersama peserta disabilitas di bawah koordinasi Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS). (Nedi Putra AW)
Sementara General Manager BeSS Resort & Waterpark Malang, Rudy Wijaya, mengatakan perjalanan 14 tahun ini berawal dari sebuah grup property yang kemudian mengembangkan sebuah resort.
“Awalnya kita cottage saja, baru 6 tahun ke belakang kita tambah dengan building,” ungkapnya.
Ditambahkan Rudy, sesuai tema yang diusung, yakni “14 Years Growing With Nature, Growing With Family”, pihaknya bertujuan untuk harus berguna untuk lingkungan, termasuk salah satunya adalah lingkungan sekitar.
“Oleh karena itu salah satu aktivitas yang kita lakukan di sini adalah mengajak berkolaborasi dengan adik-adik difabel, dengan harapan kegiatan ini menjadi penyemangat mereka bahwa mereka tidak terabaikan. Nah, di sini juga kita menunjukkan bahwa kita care untuk lingkungan,” tegasnya.
Selain itu, imbuhnya, grupnya BeSS juga sangat terbuka untuk kerja sama dengan UMKM dengan konsep konsinyasi.
“Mereka menitipkan, nanti kita coba tawarkan kepada tamu-tamu. Sekali-sekali kita akan buatkan bundling di event-event tertentu. Jadi biar ada sisi menariknya pada saat para tamu menginap di BeSS Resort,” tandasnya.
Melalui momentum perayaan HUT ke-14 ini, BeSS Resort & Waterpark tidak hanya merayakan perjalanan bisnisnya, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk tumbuh dan membuka ruang inklusif bersama masyarakat sekitar.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW




















































