BACAMALANG.COM – Universitas Brawijaya (UB) mengakui adanya kelengahan dalam pengamanan gedung setelah seorang mahasiswa berinisial RR mengalami luka serius usai jatuh dari lantai 6 Gedung A Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan, Kamis (10/9/2026).
Peristiwa tersebut menggemparkan lingkungan kampus. Pihak UB menyebut kejadian itu menjadi evaluasi penting, terutama terkait pengawasan kondisi mahasiswa serta akses menuju area gedung bertingkat.
Sekretaris UB, Dr. Tri Wahyu Nugroho, mengatakan pihak kampus sangat prihatin atas kejadian tersebut. Menurutnya, fasilitas keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebenarnya telah tersedia di masing-masing fakultas.
Namun, ia mengakui masih terdapat celah dalam sistem pengamanan yang perlu segera dibenahi.
«“Kami merasa prihatin dengan kejadian kemarin. Itu di luar dugaan kami. Sebelumnya kami di semua fakultas memiliki fasilitas K3, tapi perlu mengakui mungkin sebuah kecolongan,” ujarnya kepada awak media, Jumat (11/9/2026).»
Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena sebelumnya kejadian serupa juga pernah terjadi di lingkungan UB. Pada Kamis (14/12/2023), ditemukan jenazah seorang perempuan di lantai 4 Gedung Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) UB. Perempuan berinisial LD (24) tersebut kemudian diketahui merupakan mantan mahasiswi kampus tersebut.
Menyusul kejadian terbaru yang dialami RR, pihak UB langsung melakukan evaluasi menyeluruh. Tri Wahyu mengatakan, berdasarkan arahan Rektor UB, terdapat sejumlah aspek yang menjadi perhatian utama.
Salah satunya adalah pemeriksaan dan pendampingan kondisi psikologis mahasiswa maupun civitas akademika. Selain itu, kampus juga akan memperketat akses menuju area gedung bertingkat.
“Mulai kemarin kami fokus penanganan mahasiswa yang bersangkutan sekaligus teman-temannya. Ini menjadi bahan evaluasi kami untuk memperketat, khususnya akses gedung yang tinggi. Karena kemarin terjadi dan kami sangat prihatin sekali,” jelasnya.
Dari sisi pengamanan bangunan, UB juga akan mengoptimalkan penerapan K3 di setiap fakultas. Evaluasi akan dilakukan terhadap bangunan, khususnya gedung-gedung lama yang memiliki jendela atau pintu dengan akses terbuka ke area ketinggian.
Tri Wahyu menyebut proses tersebut membutuhkan waktu dan ditargetkan dapat dituntaskan pada tahun depan.
“Nanti kami cek satu per satu gedung desain lama, jendela dan pintu bisa dibuka sempit, hanya bisa untuk sirkulasi udara. Kami upayakan agar tidak ada celah atau lubang yang bisa dilewati orang,” tegasnya.
Kondisi Mahasiswa Mulai Stabil
Sementara itu, Ketua Program Studi Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran UB, dr. Hanif, M.Biomed, Sp.An, mengatakan kondisi RR saat ini telah stabil setelah mendapatkan penanganan medis.
Pihak Fakultas Kedokteran UB bersama RSUD Saiful Anwar (RSSA) telah melakukan koordinasi untuk menangani korban. Saat ini, RR masih menjalani perawatan dan pemulihan.
“Kami dari Fakultas Kedokteran UB dan RS Saiful Anwar sudah melakukan koordinasi untuk penanganan korban. Dia sudah dilakukan tindakan oleh tim RSSA melalui rangkaian operasi dan kemarin malam sekitar pukul 05.00 selesai. Saat ini mahasiswa tersebut dilakukan perawatan lebih lanjut,” tandasnya.
Sementara proses penanganan terkait peristiwa tersebut masih dilakukan oleh pihak kepolisian.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga


























































