Gempa Dalam M6,5 Guncang Laut Jawa, Warga Malang Ikut Rasakan Getarannya - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 12 Sep 2026 19:43 WIB ·

Gempa Dalam M6,5 Guncang Laut Jawa, Warga Malang Ikut Rasakan Getarannya


 Infografis gempa bumi tektonik di Pantai Timur Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (12/9/2026) pukul 04.23.55 WIB, magnitudo M 6,5, kedalaman 368 km, episenternya di laut,, 69 km arah Timur Laut Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, koordinat 5,24° LS dan 106,78° BT. (BMKG) Perbesar

Infografis gempa bumi tektonik di Pantai Timur Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (12/9/2026) pukul 04.23.55 WIB, magnitudo M 6,5, kedalaman 368 km, episenternya di laut,, 69 km arah Timur Laut Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, koordinat 5,24° LS dan 106,78° BT. (BMKG)

BACAMALANG.COM – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah laut di sekitar Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (12/9/2026) dini hari. Guncangan gempa tersebut bahkan dirasakan hingga sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk Malang.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 04.23.55 WIB. Episenter gempa berada di laut, sekitar 69 kilometer timur laut Kepulauan Seribu, pada koordinat 5,24° Lintang Selatan dan 106,78° Bujur Timur.

Gempa tersebut tergolong gempa dalam dengan kedalaman mencapai 368 kilometer. Hasil pemodelan BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

BMKG menjelaskan, berdasarkan lokasi dan kedalaman hiposenternya, gempa merupakan gempa dalam yang dipicu aktivitas intraslab. Sementara mekanisme sumber gempa menunjukkan pergerakan geser turun atau oblique normal.

Getaran Terasa di Sejumlah Wilayah

Guncangan gempa dirasakan di berbagai wilayah Pulau Jawa hingga Sumatera dengan tingkat intensitas yang berbeda.

Intensitas terkuat mencapai IV MMI dirasakan di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus.

Pada skala IV MMI, guncangan dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Sejumlah benda ringan dapat bergeser, gerabah berpotensi pecah, sementara pintu dan jendela terdengar berderik.

Sementara itu, skala III MMI dilaporkan terjadi di Tangerang, Tanjung Priok, Nagrak, Kalapanunggal, dan Cilacap. Pada intensitas tersebut, getaran terasa cukup nyata di dalam rumah dan sensasinya menyerupai saat sebuah truk besar melintas.

Malang juga masuk dalam wilayah yang merasakan dampak guncangan dengan intensitas II-III MMI.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Malang BMKG, Ricko Kardoso, S.Tr, mengatakan getaran gempa dirasakan oleh sebagian warga Malang.

“Getaran di Malang dirasakan oleh beberapa orang. Benda-benda ringan yang digantung terlihat bergoyang dan getaran terasa nyata di dalam rumah, seakan ada truk berlalu,” ujar Ricko kepada Bacamalang, Sabtu (12/9/2026).

Selain Malang, guncangan dengan intensitas serupa juga dirasakan di Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kota Bengkulu, Sumur, Padang, Mentawai, Pariaman, dan Solok Selatan.

Sedangkan di Lemong, Semaka, dan Bengkunat, getaran tercatat pada skala II MMI.

BMKG: Belum Ada Gempa Susulan

Hingga pukul 05.00 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan.

Meski demikian, BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas kegempaan dan akan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat maupun pemangku kepentingan apabila terdapat perkembangan.

Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

BMKG mengingatkan warga untuk menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan gempa.

“Tetap tenang dan pastikan informasi mengenai gempabumi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarluaskan melalui kanal komunikasi resmi yang terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id, dan aplikasi infoBMKG,” pungkas Ricko.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

UB Akui Kecolongan, Akses Gedung Tinggi Jadi Evaluasi Usai Mahasiswa Jatuh dari Lantai 6

12 September 2026 - 10:18 WIB

Kuasa Hukum Panitia Munas Ikatan Alumni Unmer Malang Somasi Rektor, Persoalkan Penunjukan Ketua Alumni

11 September 2026 - 20:13 WIB

Kembangkan AI untuk Prediksi COVID-19, Prof. Ika Noer Syamsiana Dikukuhkan sebagai Guru Besar Polinema

11 September 2026 - 12:55 WIB

Banding YPTWT Ditolak, PT Surabaya Kuatkan Putusan PN Kepanjen soal Legal Standing YPTT

11 September 2026 - 12:25 WIB

UIBU Malang Pelopor Wisudatainment: Fandy Kerispatih dan Guyon Waton Jadi Bintang Tamu di Wisuda ke-43

10 September 2026 - 19:13 WIB

Kebakaran Gunung Kawinajang Meluas, Sekitar 400 Hektare Lahan Terbakar

10 September 2026 - 18:40 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !