Polemik Bau Limbah Biogas di Tlekung, Polisi Tunggu Hasil Uji Sampel - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 1 Okt 2026 23:28 WIB ·

Polemik Bau Limbah Biogas di Tlekung, Polisi Tunggu Hasil Uji Sampel


 Kasatreskrim Polres Batu, AKP Zaenal Arifin, S.H saat diwawancarai awak media, usai konferensi pers ungkap kasus penipuan dan penggelapan di Mapolres Batu. (Yan) Perbesar

Kasatreskrim Polres Batu, AKP Zaenal Arifin, S.H saat diwawancarai awak media, usai konferensi pers ungkap kasus penipuan dan penggelapan di Mapolres Batu. (Yan)

BACAMALANG.COM – Polemik dugaan gangguan bau menyengat yang berasal dari pengolahan limbah kotoran sapi menjadi biogas di Jalan Daip, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, mendapat perhatian Satreskrim Polres Batu dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu.

Untuk memastikan sumber dan dampak dari limbah tersebut, petugas telah melakukan pemeriksaan ke lokasi serta mengambil sampel limbah dari area pekarangan milik Jianto, yang disebut sebagai terlapor dalam perkara tersebut.

Pengambilan sampel dilakukan Satreskrim Polres Batu bersama DLH Kota Batu pada Senin (29/9/2026). Sampel tersebut selanjutnya akan diuji untuk mengetahui kandungan maupun dampaknya terhadap lingkungan.

Polisi Masih Menunggu Hasil Uji Laboratorium

Kasatreskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin, S.H., membenarkan bahwa pihaknya telah mendatangi lokasi dan mengambil sampel limbah yang menjadi bagian dari laporan.

Menurutnya, hasil pemeriksaan sampel masih dalam proses dan pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Kami telah datang ke lokasi untuk mengambil sampel limbah kotoran sapi, yang nantinya kami koordinasikan dengan dinas terkait, DLH Kota Batu. Jadi, mohon bersabar karena hasilnya menunggu sekitar sepuluh hari,” ujar Zaenal kepada awak media seusai konferensi pers pengungkapan kasus penipuan dan penggelapan di Mapolres Batu, Kamis (1/10/2026).

Polemik tersebut sebelumnya mencuat setelah adanya keluhan mengenai bau menyengat yang diduga berasal dari proses pengolahan limbah kotoran sapi menjadi biogas.

Kharisma, warga yang juga berprofesi sebagai jurnalis di Kota Batu sekaligus pelapor, mengaku bersama keluarganya kerap mencium aroma yang menurutnya mengganggu dari lokasi pengolahan tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi tersebut telah berdampak terhadap keluarganya. Namun, terkait hubungan antara paparan bau dengan kondisi kesehatan yang dialami keluarganya, hal tersebut masih memerlukan pembuktian medis.

“Setiap hari memang kami mencium bau gas amoniak dari limbah kotoran sapi yang diolah menjadi biogas. Ibu saya juga mengalami sakit hingga batuk darah. Karena itu, demi mendapatkan kejelasan dan rasa keadilan, saya didampingi rekan-rekan wartawan melaporkan persoalan ini ke Polres Batu,” ungkapnya.

Apresiasi Langkah Satreskrim Polres Batu

Kharisma mengapresiasi langkah Satreskrim Polres Batu yang telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pengecekan lokasi dan pengambilan sampel.

“Kami sekeluarga beserta rekan-rekan jurnalis mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kinerja Satreskrim Polres Batu karena telah menerima laporan dan menindaklanjutinya, termasuk dengan mengambil sampel dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” ujarnya.

Kharisma diketahui tergabung dalam Pokja Jurnalis Polres Batu.

Sementara itu, Zulkifli, yang juga berprofesi sebagai jurnalis dan menjadi saksi pelapor, mengaku turut mencium aroma tidak sedap ketika berada di kediaman Kharisma bersama sejumlah awak media.

Menurutnya, keluhan mengenai bau tersebut perlu mendapat penanganan dan pemeriksaan dari instansi berwenang untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan maupun aturan lainnya.

“Ketika kami datang ke sini, kami juga mencium bau yang tidak sedap. Karena itu, kami melaporkan persoalan ini agar dapat ditindaklanjuti dan diketahui secara jelas apakah terdapat unsur pelanggaran, termasuk terkait ketertiban umum maupun pencemaran lingkungan,” katanya.

Minta Persoalan Ditangani Secara Terbuka

Zulkifli berharap proses penanganan laporan tersebut dapat memberikan kejelasan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Ia menilai hasil pemeriksaan sampel nantinya menjadi salah satu bagian penting untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.

“Harapan saya, kasus ini bisa menjadi terang dan memberikan rasa keadilan bagi keluarga pelapor. Kami menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang,” imbuhnya.

Selain persoalan bau, Zulkifli juga menyebut adanya informasi mengenai dugaan bantuan pemerintah melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang berkaitan dengan pengelolaan limbah kotoran sapi menjadi biogas.

Namun, informasi tersebut menurutnya masih perlu dikonfirmasi dan diverifikasi kepada instansi maupun pihak yang berwenang.

“Informasi yang kami terima dari hasil wawancara dengan dinas terkait, ada dugaan bantuan melalui Gapoktan yang berkaitan dengan pengelolaan limbah kotoran sapi menjadi biogas. Karena itu, menurut kami informasi tersebut perlu ditelusuri dan diklarifikasi lebih lanjut, termasuk mengenai sumber bantuan dan penggunaannya,” tandasnya.

Hingga kini, hasil pemeriksaan sampel limbah masih ditunggu. Hasil uji tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran objektif mengenai kondisi limbah dan dugaan dampaknya terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar.

Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Kapolresta Malang Kota Ajak Warga Malang Raya Rawat Kebersamaan

2 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Trauma Korban Kecelakaan KM Virgo di Singosari Dipulihkan, Polres Malang Berikan Pendampingan Psikologis

1 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Akui Pernah Beraksi di Sejumlah TKP, Pelaku Penggelapan Motor Dibekuk Polres Batu

1 Oktober 2026 - 16:48 WIB

Bau Menyengat Limbah Biogas Masuk Rumah, Warga Tlekung Lapor Polisi: “Ibu Saya Sampai Batuk Darah”

1 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Malang Terlibat Penyalahgunaan Narkoba, BK Tunggu Kepolisian

1 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Kebakaran Toko Ogan Malang: Penjaga Toko Alami Luka Bakar, Kerugian Capai Rp25 Juta

1 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !