BACAMALANG.COM – Kemarau panjang mulai berdampak serius terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih warga Kabupaten Malang. Di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, sekitar 500 kepala keluarga (KK) di RW 07 Tegalrejo mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Sebagai upaya penanganan darurat, bantuan air bersih sebanyak satu tangki berkapasitas 10.000 liter disalurkan kepada warga pada Jumat (23/10/2026). Bantuan dari PT SIAP tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat yang terdampak.
Krisis air bersih tidak hanya terjadi di Desa Ketindan. Warga Desa Wonorejo yang berbatasan langsung dengan Ketindan juga menghadapi persoalan serupa akibat menurunnya ketersediaan air selama musim kemarau.
Founder Lawang Netizen, Bastian Nova Pratama, mengatakan kemarau panjang menyebabkan debit sumber air turun drastis hingga tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.
Ia berharap hujan segera turun dengan intensitas yang memadai agar ketersediaan air kembali meningkat.
“Semoga lekas turun hujan dengan intensitas yang agak lumayan, biar debit air bisa mencukupi kebutuhan air masyarakat,” ujar Bastian kepada BACAMALANG.COM, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Bastian, pemerintah desa telah berupaya mengatasi kondisi tersebut dengan membeli sejumlah tangki air bersih dari wilayah Prigen. Air kemudian didistribusikan ke beberapa titik untuk membantu warga yang kesulitan memperoleh pasokan air.
Meski demikian, distribusi air melalui tangki dinilai belum cukup untuk menyelesaikan persoalan dalam jangka panjang. Langkah tersebut masih bersifat sementara dan bergantung pada kebutuhan serta ketersediaan bantuan.
Karena itu, diperlukan penanganan berkelanjutan agar krisis serupa tidak terus berulang setiap musim kemarau. Sejumlah langkah yang dapat dilakukan antara lain memperbaiki dan merawat jaringan pipa air, memperkuat sumber mata air, membangun tandon penampungan komunal, serta menyiapkan sistem distribusi alternatif ketika debit sumber air menurun.
Bastian berharap penanganan krisis air bersih tidak hanya dilakukan saat kondisi darurat. Antisipasi perlu dipersiapkan sejak dini melalui kolaborasi masyarakat, komunitas, dunia usaha, dan pemerintah.
Dengan perencanaan yang matang serta pengelolaan sumber air yang berkelanjutan, kebutuhan dasar masyarakat diharapkan tetap terpenuhi meski kemarau panjang melanda.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



















































