BACAMALANG.COM – Mekanisme penjaringan calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu menuai keberatan dari sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor). Persoalan muncul terkait pengisian formulir dukungan yang dinilai berpotensi membuka pilihan masing-masing cabor dalam proses pemilihan.
Ketua Cabor Kurash, Suwito, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa sejumlah pengurus cabor telah menyampaikan keberatan kepadanya. Mereka mempertanyakan mekanisme pengumpulan dukungan yang dilakukan secara terbuka melalui formulir.
“Beberapa pengurus cabor menghubungi saya. Mereka keberatan dengan mekanisme dukungan kepada calon Ketua Umum KONI Kota Batu yang dilakukan secara terbuka melalui pengisian formulir,” ungkap Suwito saat ditemui di kantornya.
Menurut Suwito, mekanisme tersebut berpotensi menimbulkan persoalan apabila calon yang didukung tidak terpilih. Ia menilai, keterbukaan identitas pendukung dapat memunculkan kekhawatiran di kalangan pengurus cabor terkait perlakuan setelah proses pemilihan selesai.
Ia menegaskan, kekhawatiran tersebut perlu menjadi perhatian agar proses pemilihan tidak menimbulkan rasa ketidakadilan di antara cabang olahraga.
“Pengisian formulir dukungan itu seperti jebakan Batman. Siapa mendukung siapa dalam proses pemilihan bisa diketahui publik. Tidak ada pihak yang menjamin dukungan tersebut tetap rahasia dan tidak diketahui pihak lain. Menurut saya, ini mencederai rasa keadilan,” paparnya.
Soroti Publikasi Pendaftaran Calon
Selain mempersoalkan mekanisme dukungan, Suwito juga menyoroti proses publikasi pendaftaran calon Ketua Umum KONI Kota Batu. Ia menilai, informasi mengenai persyaratan dan kesempatan untuk mendaftar perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat yang memenuhi kriteria memiliki kesempatan yang sama.
Menurut dia, Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) perlu menyosialisasikan persyaratan pencalonan secara luas sehingga tidak hanya diketahui oleh kalangan tertentu.
“Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) calon Ketua Umum KONI dalam hal ini tidak pernah memublikasikan pendaftaran. Akibatnya, warga Kota Batu yang merasa mampu menjadi Ketua Umum KONI tidak mengetahui adanya kesempatan untuk mendaftarkan diri,” katanya.
Suwito berharap proses pencalonan dapat memberikan ruang bagi siapa pun yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan organisasi. Dengan demikian, proses pemilihan dapat berlangsung secara terbuka, profesional, dan memberikan kesempatan yang setara kepada para calon.
Minta Mekanisme Dukungan Dievaluasi
Atas persoalan tersebut, Suwito meminta agar mekanisme pengisian formulir dukungan terbuka dievaluasi dan diganti dengan sistem yang menjaga kerahasiaan pilihan masing-masing cabor.
Ia mengusulkan agar kesempatan pendaftaran calon dibuka seluas-luasnya sesuai persyaratan yang berlaku. Selanjutnya, pemilihan diserahkan kepada pihak yang memiliki hak suara melalui mekanisme yang bebas dan rahasia.
“Pengisian formulir segera dibatalkan dan diganti dengan mekanisme yang jujur serta rahasia. Siapa pun yang terbaik di Kota Batu silakan mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum KONI. Puluhan orang pun tidak menjadi masalah. Biarkan tim dan pengurus cabor memilih secara bebas dan rahasia,” kata Suwito.
Ia berharap masukan dari para pengurus cabor dapat menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara proses pemilihan. Menurutnya, tata cara pemilihan yang baik merupakan salah satu fondasi untuk membangun organisasi olahraga yang profesional.
“Cabor ingin prestasi olahraga di Kota Batu semakin baik. Karena itu, proses pemilihan calon Ketua Umum harus diawali dengan mekanisme yang baik, transparan, jujur, dan profesional,” pungkasnya.
Pewarta/Editor : Imam Muchlis



















































