BACAMALANG.COM – Mengasah ketepatan bidikan sekaligus membangun kesiapan mental menjadi fokus Polresta Malang Kota dalam menggelar Latihan Menembak Semester II Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Tembak Brimob Yon B Pelopor Satbrimobda Jawa Timur, Malang, Kamis (15/10/2026).
Latihan tersebut menjadi bagian dari pembinaan personel untuk meningkatkan keterampilan menggunakan senjata api, menjaga konsentrasi, serta memperkuat kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian.
Kegiatan diikuti Kapolresta Malang Kota, Wakapolresta Malang Kota, para pejabat utama, kapolsek jajaran, serta personel perwira dan bintara yang namanya tercantum dalam surat perintah pelaksanaan kegiatan (sprin).
Pelaksanaan latihan dipimpin Kabag SDM Polresta Malang Kota, Kompol Bakhtiar Teguh Agus Widodo, dengan didampingi instruktur menembak yang memberikan arahan teknis kepada para peserta.
Kompol Bakhtiar menjelaskan, latihan menembak tidak sekadar menjadi agenda rutin untuk mempertahankan kemampuan dasar anggota. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi personel untuk meningkatkan keterampilan dan mengembangkan potensi di bidang olahraga menembak.
“Latihan ini menjadi sarana untuk mengasah kemampuan, meningkatkan keterampilan, serta membangun kepercayaan diri personel,” ungkapnya.
Menurutnya, kemampuan menembak juga berkaitan erat dengan kesiapan psikologis. Melalui latihan yang terarah, anggota dibiasakan menjaga fokus, mengendalikan emosi, menghadapi tekanan, serta mengambil keputusan secara terukur.
Aspek tersebut dinilai penting karena penggunaan senjata api dalam pelaksanaan tugas kepolisian membutuhkan ketenangan, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang tinggi.
Sebelum latihan dimulai, seluruh peserta menjalani absensi dan mengisi formulir penilaian sebagai bagian dari administrasi serta evaluasi kemampuan. Instruktur kemudian menyampaikan pengarahan mengenai teknis pelaksanaan, prosedur keselamatan, dan ketentuan penggunaan senjata di lapangan tembak.
Materi latihan dibagi menjadi dua kategori berdasarkan jenis senjata yang digunakan. Pada sesi senjata laras panjang, peserta berlatih menggunakan US Carbine dan Pindad SS-1 V1. Sementara itu, sesi senjata laras pendek menggunakan Revolver SW dan pistol Canik TP-9.
Setiap peserta mengikuti tahapan latihan dengan penilaian yang mencakup ketepatan menembak dan hasil evaluasi selama kegiatan berlangsung.
Kompol Bakhtiar menegaskan, hasil penilaian tersebut menjadi salah satu dasar untuk memetakan kemampuan personel sekaligus menentukan aspek keterampilan yang masih perlu ditingkatkan.
“Dengan latihan yang terarah dan berkelanjutan, anggota juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dalam kejuaraan menembak,” terangnya.
Ia menambahkan, pembinaan kemampuan menembak merupakan bagian dari upaya Polresta Malang Kota dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kepolisian.
Melalui kegiatan ini, Polresta Malang Kota berharap setiap personel tidak hanya memiliki keterampilan teknis yang memadai, tetapi juga mampu mengedepankan pengendalian diri, mematuhi prosedur keselamatan, serta bertindak secara disiplin dan bertanggung jawab.
Dengan demikian, peningkatan kompetensi personel diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional dan proporsional, sekaligus memperkuat kualitas perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



















































