BACAMALANG.COM – Tradisi, pelestarian alam, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berpadu dalam peringatan Hari Jadi ke-1121 Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Perayaan yang dikemas melalui tradisi sakral Grama Tirta Cara Jilid V ini berlangsung di Wisata Alam Pentungan Sari, Minggu (18/10/2026).
Mengusung tema “Sapta Tirta Nagari – Tujuh Sumber Satu Kehidupan”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus merawat kerukunan dan persaudaraan antarwarga.
Tradisi ini turut dihadiri Kapolsek Singosari, AKP Achmad Zainuddin, S.H., M.M., bersama unsur pemerintah, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga setempat.
Kehadiran jajaran Polsek Singosari menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan kearifan lokal, sekaligus memastikan rangkaian kegiatan masyarakat berlangsung aman dan tertib.
“Keberadaan Polsek Singosari dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi, budaya, dan kearifan lokal, sekaligus mempererat sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat,” ujar AKP Achmad Zainuddin.
Satukan Tujuh Sumber Mata Air, Simbol Kerukunan Warga
Puncak tradisi Grama Tirta Cara ditandai dengan prosesi penyatuan air dan tanah yang berasal dari tujuh sumber mata air serta tujuh dusun di Desa Toyomarto.
Prosesi diawali dengan kehadiran tujuh putri yang membawa kendi berisi air dan tanah dari masing-masing wilayah. Seluruh unsur tersebut kemudian disatukan dalam sebuah gentong besar sebagai simbol persatuan, kebersamaan, dan kehidupan yang saling terhubung.
Gentong berisi air dan tanah tersebut selanjutnya diserahkan oleh para kepala dusun kepada Kepala Desa Toyomarto, Sumito, S.H. Penyerahan ini melambangkan amanah untuk menjaga kerukunan, merawat lingkungan, serta mewujudkan kemakmuran masyarakat desa.
Bagi masyarakat Toyomarto, tradisi tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan hari jadi desa, tetapi juga sarana mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus agar tetap menghargai alam dan menjaga kebersamaan.
Budaya Lokal dan UMKM Jadi Penggerak Perayaan
Semarak peringatan Hari Jadi ke-1121 Desa Toyomarto juga diwarnai dengan berbagai kegiatan pendukung. Selain doa bersama dan prosesi adat, acara dimeriahkan kirab budaya, pagelaran seni tradisional, serta pasar rakyat yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Keterlibatan UMKM dalam kegiatan ini membuka ruang bagi produk-produk lokal untuk lebih dikenal masyarakat sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi warga.
Perpaduan tradisi, seni budaya, dan aktivitas ekonomi tersebut menjadikan Grama Tirta Cara sebagai ruang kebersamaan yang tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga mendorong potensi desa.
Melalui peringatan ini, Desa Toyomarto diharapkan terus menjaga kelestarian sumber mata air, memperkuat persaudaraan antarwarga, serta mengembangkan potensi budaya dan ekonomi lokal sebagai bagian dari pembangunan desa yang berkelanjutan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



















































