BACAMALANG.COM – Penyanyi sekaligus penulis lagu asal Yogyakarta, Maretha Esther atau yang dikenal dengan nama panggung Reth, resmi menandai langkah awal karier solonya melalui single debut bertajuk Love Isn’t Real. Lagu bergenre R&B ini mengangkat kisah patah hati, kehilangan, hingga kenyataan bahwa cinta tak selalu berakhir seperti yang diharapkan.
Dirilis pada Minggu, 16 Agustus 2026, lagu tersebut menjadi ruang bagi Reth untuk menyampaikan pergulatan emosi seseorang setelah kehilangan orang yang dicintai. Melalui lirik yang intim dan karakter vokal penuh penghayatan, ia mengajak pendengar menelusuri kembali kenangan, janji, serta perasaan yang pernah diyakini sebagai sesuatu yang nyata.
Dibalut nuansa R&B kontemporer dengan harmoni hangat dan penceritaan yang ekspresif, Love Isn’t Real tidak sekadar berbicara tentang patah hati. Lagu ini juga menggambarkan proses menerima kenyataan, berdamai dengan luka, dan perlahan belajar melepaskan sesuatu yang tak lagi bisa dipertahankan.
Bagi Reth, perilisan single ini menjadi babak penting dalam perjalanan musikalnya. Berbekal pengalaman sebagai penulis lagu dan vokalis, ia terus meramu identitas musik yang memadukan kejujuran emosional dengan eksplorasi musikal yang kaya.
Sebelum melangkah sebagai solois, Reth telah terlibat dalam berbagai karya musik, termasuk kontribusinya sebagai penulis lagu bersama Salma Salsabil, pemenang Indonesian Idol 2023. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan kreatifnya dalam membangun karakter dan arah bermusik.
Lewat Love Isn’t Real, Reth ingin menghadirkan pengalaman emosional yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Sebab, meski sebuah hubungan bisa berakhir dan perasaan dapat memudar, kenangan serta pelajaran yang ditinggalkan tetap memiliki arti dalam perjalanan seseorang memahami cinta.
Single debut Love Isn’t Real kini tersedia di berbagai platform streaming digital.
Tentang Reth
Maretha Esther, atau Reth, merupakan penyanyi, penulis lagu, dan vokalis asal Yogyakarta. Ia adalah lulusan terbaik Program Studi Vokal Pop Jazz Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Dalam perjalanan bermusiknya, Reth mengembangkan karakter artistik melalui perpaduan R&B, jazz, serta ekspresi vokal yang terinspirasi dari musik gospel. Karya-karyanya banyak mengeksplorasi tema cinta, penyembuhan emosional, dan pencarian jati diri, yang disampaikan melalui penulisan lagu personal serta penampilan vokal yang penuh penghayatan.
Pewarta/Editor: Imam Muchlis




















































