HMI FISIP Unair Soroti Rentetan Bencana, Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 27 Okt 2026 07:04 WIB ·

HMI FISIP Unair Soroti Rentetan Bencana, Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional


 Pemadaman api di salah satu lokasi karhutla di Indonesia. (ist) Perbesar

Pemadaman api di salah satu lokasi karhutla di Indonesia. (ist)

BACAMALANG.COM – Rentetan bencana kebakaran hutan dan lahan, banjir, hingga longsor yang melanda berbagai wilayah Indonesia mendapat sorotan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Surabaya Komisariat FISIP Universitas Airlangga.

Ketua Umum HMI Komisariat FISIP Airlangga Umar menilai penanganan bencana masih lamban, mitigasi lemah, dan penanganan kerusakan lingkungan belum menjadi prioritas.

“Bencana tidak boleh dianggap biasa hanya karena terus berulang, negara harus hadir dan bertanggung jawab ketika rakyat kehilangan ruang hidupnya,” ujar Umar, Selasa (27/10/2026).

Ia mendorong pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional agar penanganannya terpadu dan keselamatan rakyat terjamin, serta memastikan penanganan cepat dan berkeadilan bagi korban terdampak.

Selain itu, juga menekankan perlunya evaluasi total tata kelola lingkungan, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan perusakan lingkungan, serta pemulihan lingkungan dan kehidupan masyarakat terdampak secara menyeluruh.

Kerugian Ekonomi Karhutla Capai Rp167 Triliun

Kebakaran hutan dan lahan sepanjang 2026 akibat El Nino telah menghanguskan 1,35 juta hingga 1,92 juta hektare lahan. Data SiPongi Kementerian Kehutanan per Oktober 2026 mencatat sebaran terparah di Papua Selatan 173.197 hektare, disusul Kalimantan Barat 38.310 hektare, serta Riau, Sumatera Selatan, dan NTT.

Aparat telah menetapkan 72 hingga 223 tersangka individu dan menyelidiki belasan korporasi terkait pembukaan lahan dengan cara membakar.

Kerugian ekonomi nasional di sektor pertanian, kehutanan, dan logistik ditaksir Rp39,29 triliun hingga Rp167 triliun. Kabut asap juga memapar 1,78 juta warga di 7 provinsi dengan 113.336 kasus ISPA dan beban biaya kesehatan Rp9,75 triliun.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Operasi Patuh Semeru 2026 Dimulai, Kapolres Batu Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Anggota yang Salahgunakan Wewenang

27 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Operasi Patuh Semeru 2026 Dimulai, Polisi Tegaskan Penindakan Tetap Humanis

26 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Satreskrim Polres Batu Periksa Terlapor Dugaan Penipuan Jual Beli Lapak PKL Alun-Alun

26 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Lima Hari Tak Pulang, IRT di Kepanjen Dilaporkan Hilang, Keluarga Mohon Bantuan Warga

26 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Kapolresta Malang Kota Ajak Jemaat Gereja Waspadai Hoaks hingga Kejahatan

26 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Polres Malang Ungkap 273 Kasus dan Ringkus 129 Tersangka Sepanjang Operasi Sikat Semeru

26 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !