BACAMALANG.COM – Krisis air bersih masih menghantui warga di sejumlah wilayah Kabupaten Malang saat puncak musim kemarau. Sebanyak 16 desa di tujuh kecamatan harus mendapat pasokan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang akibat menurunnya debit sumber mata air.
Hingga 26 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 5.862.150 liter. Distribusi dilakukan melalui 1.182 rit pengiriman ke 224 titik lokasi untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Data BPBD Kabupaten Malang mencatat, bantuan tersebut telah menjangkau 6.947 kepala keluarga (KK) atau sekitar 21.677 jiwa. Angka ini menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap pasokan air bersih di tengah kondisi kemarau yang belum sepenuhnya teratasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, S.Sos., M.Si., mengatakan penanganan kekeringan dilakukan dengan mengoptimalkan distribusi air bersih, terutama ke wilayah yang mengalami penurunan volume sumber mata air.
“Penetapan status tanggap darurat ini penting untuk merespons cepat penurunan volume sumber mata air di berbagai wilayah akibat puncak kemarau,” ujar Purwoto, Selasa (27/10/2026).
Tujuh Kecamatan Terdampak
Distribusi air bersih menyasar tujuh kecamatan, yakni Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, Pagak, dan Bantur.
Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, bantuan disalurkan ke Desa Sitiarjo, Sumberagung, dan Kedungbanteng, termasuk untuk mendukung kebutuhan Puskesmas Sitiarjo. Sementara di Kecamatan Gedangan, distribusi menjangkau Desa Tumpakrejo dan Sidodadi.
Di Kecamatan Sumberpucung, bantuan telah menjangkau Desa Karangkates, sedangkan Desa Sumberpucung masih dalam tahap persiapan. Adapun di Kecamatan Donomulyo, distribusi dilakukan ke Desa Sumberoto dan Tulungrejo.
Wilayah Kecamatan Kalipare meliputi Desa Kalirejo, Putukrejo, Arjosari, dan Sumberpetung. Di Kecamatan Pagak, bantuan diberikan kepada warga Desa Sumberejo dan Pagak. Sementara di Kecamatan Bantur, distribusi menjangkau Desa Bandungrejo.
Selain untuk kebutuhan rumah tangga, penyaluran air bersih juga diarahkan untuk mendukung fasilitas pelayanan publik. Berdasarkan data BPBD, layanan tersebut mencakup 202 rumah tangga, satu fasilitas kesehatan, 14 fasilitas pendidikan, dan tujuh fasilitas umum.
Penanganan Berlanjut, Wilayah Rawan Dipantau
BPBD Kabupaten Malang berencana melanjutkan penanganan melalui optimalisasi Posko Tanggap Darurat Bencana, koordinasi lintas pihak, serta pemantauan rutin di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Evaluasi menyeluruh terhadap dampak kekeringan juga akan dilakukan untuk memetakan kebutuhan dan menentukan langkah penanganan berikutnya.
Di tengah upaya tersebut, pemantauan terhadap kondisi sumber air dan kebutuhan warga menjadi penting agar distribusi bantuan dapat menjangkau wilayah yang paling membutuhkan.
Masyarakat yang memerlukan bantuan air bersih atau ingin melaporkan kondisi kekeringan dapat menghubungi posko BPBD Kabupaten Malang di nomor 0822 440 94 886. Informasi juga dapat disampaikan melalui media sosial resmi @bpbd_malangkab atau situs https://bpbd.malangkab.go.id/.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































