40 Ormas Deklarasikan Njogo Malang untuk Jaga Kota Tetap Kondusif - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 27 Okt 2026 23:17 WIB ·

40 Ormas Deklarasikan Njogo Malang untuk Jaga Kota Tetap Kondusif


 Ade Herawanto menyerahkan naskah deklarasi kepada ketua deklarasi. (ist) Perbesar

Ade Herawanto menyerahkan naskah deklarasi kepada ketua deklarasi. (ist)

BACAMALANG.COM – Menjelang aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026), sebanyak 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) yang tergabung dalam Nusantara Bersatu mendeklarasikan gerakan Njogo Malang, Aman, Damai dan Kondusif.

Deklarasi tersebut digelar di belakang Balai Kota Malang, Selasa (27/10/2026) sore. Inisiatif ini menjadi bentuk kepedulian elemen masyarakat sipil untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Bhumi Arema, sekaligus mengantisipasi potensi provokasi maupun kericuhan menjelang aksi penyampaian aspirasi.

Ketua gabungan ormas Nusantara Bersatu, Lucky, menegaskan bahwa deklarasi Njogo Malang bukan bertujuan menghalangi masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum. Menurutnya, demonstrasi merupakan hak konstitusional warga negara yang dilindungi oleh hukum.

“Tujuan kami melaksanakan acara Njogo Malang, aman, damai dan kondusif yaitu mengantisipasi masalah keamanan, khususnya seperti yang kita lihat di Jakarta, agar hal tersebut tidak terjadi di Malang. Jadi, kita tidak melarang adanya demonstrasi karena itu hak di depan hukum,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat yang akan mengikuti aksi pada Rabu mendatang dapat menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai, tanpa terpengaruh pihak-pihak yang berpotensi memicu kerusuhan.

“Kami meminta demo-demo ini dilaksanakan dengan damai dan tidak ada provokasi, sehingga Malang ini tetap terjaga dan aman. Deklarasi ini dihadiri sekitar 40 ormas yang tergabung di Nusantara Bersatu untuk sama-sama menjaga Kota Malang,” jelas Lucky.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Aremania, Ade Herawanto, turut hadir dan menyerahkan naskah deklarasi kepada Lucky selaku ketua deklarasi Njogo Malang.

Tegaskan Gerakan Independen

Menanggapi kemungkinan tumpang tindih kewenangan dengan aparat penegak hukum (APH), Lucky menjelaskan bahwa gerakan Njogo Malang lahir dari inisiatif dan kesadaran masyarakat sipil. Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengambil alih tugas aparat keamanan.

Meski bergerak secara independen, Nusantara Bersatu tetap menjalin koordinasi dengan kepolisian yang memiliki kewenangan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kami ini murni dari ormas Malang tanpa campur tangan pihak kepolisian. Kami di sini sebagai warga Kota Malang hanya ingin menjaga Bhumi Arema biar tetap aman dan kondusif. Untuk koordinasi dengan kepolisian tetap kami laksanakan, karena itu memang tugas kepolisian. Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi,” tegasnya.

Antisipasi Aksi Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu

Deklarasi tersebut berlangsung menjelang rencana aksi massa yang diserukan Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu dengan tajuk “Bakar Kekuasaan Prabowo-Gibran, Padamkan Api Karhutla”. Berdasarkan informasi rencana aksi yang beredar, demonstrasi dijadwalkan berlangsung di kawasan Alun-Alun Tugu Kota Malang, Rabu (28/10/2026), mulai pukul 13.00 WIB.

Aksi yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda itu membawa tuntutan bertajuk “6+1”, yang dimaknai sebagai enam tuntutan dan satu seruan.

Adapun isu yang diangkat meliputi penetapan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional, penurunan harga bahan pokok dan pajak, penyediaan lapangan kerja yang layak, penolakan penjarahan anggaran, pembubaran Koperasi Desa Merah Putih, pemulangan militer ke barak, serta seruan pembangunan komite perlawanan rakyat.

Menjelang agenda tersebut, Nusantara Bersatu berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan dialog, serta menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat secara damai.

Mereka juga berharap situasi Kota Malang tetap aman dan kondusif sehingga aktivitas ekonomi maupun kegiatan sosial masyarakat dapat berlangsung tanpa gangguan.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Perkuat Kolaborasi Internasional, Dua Mahasiswa Fisika UB Magang Empat Bulan di Taiwan Lewat Program TEEP 2026

28 Oktober 2026 - 05:14 WIB

Kapolresta Malang Kota Bekali Siswa SMAN 4 Literasi Digital, Waspadai Narkoba hingga Bullying

27 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bawa Dua Landak Jawa, Dua Pemburu Diamankan Polres Malang di Hutan Sumbermanjing

27 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Usul Pembangunan Rumah Sakit di Malang Selatan ke Bappenas

27 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Hendak Mandi Usai Cuci Karpet, Siswa SMK di Dampit Hilang Ditelan Arus Sungai

27 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Temu Anak Kota Malang Dorong Generasi Muda Berani Bersuara dan Cegah Perundungan

27 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !