BACAMALANG.COM – Komisi IV DPRD Kabupaten Malang akan mengusulkan kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terkait pembangunan rumah sakit tipe C di wilayah Malang Selatan.
Rencananya, usulan tersebut akan disampaikan Komisi IV dalam kunjungan kerja bulan depan. Pembangunan rumah sakit di wilayah Malang Selatan itu dinilai mendesak karena selama ini banyak masyarakat yang masih cukup kesulitan mengakses layanan kesehatan utamanya dalam hal kegawatdarutan.
Pembangunan rumah sakit itu juga sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan agar masayarakat di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) bisa mendapatkan akses layanan kesehatan yang gampang.
Disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zia’ul Haq, nantinya jika pembangunan rumah sakit itu dapat direalisasikan akan didanai sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah daerah, dalam hal ini, hanya menyiapkan lahan untuk pembangunan rumah sakit.
“Nanti Komisi IV akan mengusulkan dan Kabupaten Malang siap lahan, manakala pemerintah pusat mau melakukan pembangunan rumah sakit tersebut. Ini kan salah satunya ingin menyampaikan kepada Bappenas, kalau wilayah Kabupaten Malang ini sangat luas, sehingga butuh satu lagi rumah sakit yang ada di 3T,” kata Zia’ul Haq, Selasa (27/10/2026).
Ditambahkan pria yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra itu, waktu tempuh yang dibutuhkan masyarakat di wilayah Malang Selatan untuk pergi ke rumah sakit tipe C seperti RSUD Kanjuruhan di Kepanjen, selama ini dirasa masih cukup lama. Maka dari itu, diperlukan pembangunan rumah sakit lagi di Malang Sakit agar memudahkan masyarakat.
“Ketika ada orang yang mengalami kondisi darurat, untuk menjangkau ke Kepanjen, itu kan butuh waktu 2 jam setengah hingga 3 jam untuk bisa sampai ke Kepanjen,” jelas Zia.
Lebih jauh, Zia mengungkapkan, jika usulan tersebut dapat diterima Bappenas, paling cepat pembangunan rumah sakit bisa dilakukan pada tahun anggaran 2027.
“Kalau dalam anggaran terdekat ini ya berarti bisa saja itu masuk di 2027. Kalau estimasi anggaran ya sekitar 400 sampai 500 miliar, karena di situ butuh alat-alat dan perlengkapan kesehatan yang lain,” tuturnya.
Ditanya soal lokasi lahan yang disiapkan, Zia belum dapat memastikan. Namun yang pasti, rumah sakit itu akan dibangun antara wilayah Bantur, Sumbermanjing Wetan, Dampit, Tirtoyudo, atau Ampelgading.
“Kalau rumah sakit ya besar, artinya sekitar 20 sampai 25 hektare. Di wilayah Malang Selatan kita punya untuk tanah yang asetnya pemerintah Kabupaten Malang. Jadi nanti kita bawa aspirasi itu ke Bappenas,” pungkasnya.
Pewarta : Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Rahmat Mashudi Prayoga




















































