BACAMALANG.COM – Duka menyelimuti keluarga besar SMK Ash Sholihuddin Dampit, Kabupaten Malang, setelah salah satu siswanya, Muhammad Rasya Rafiansyah, meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Genteng, Desa Sumbersuko, Kecamatan Dampit.
Korban yang masih duduk di kelas X tersebut dilaporkan tenggelam saat mandi di sungai bersama empat temannya setelah mereka selesai mencuci karpet.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelima siswa itu sempat mendapat larangan dari seorang ustaz sebelum berangkat ke sungai. Larangan tersebut disampaikan karena kondisi sungai dinilai berbahaya, terlebih saat memasuki musim hujan yang berpotensi meningkatkan derasnya arus.
Namun, peringatan itu tidak diindahkan. Kelima siswa tetap berangkat untuk mencuci karpet di sungai.
Usai menyelesaikan kegiatan tersebut, mereka melanjutkan aktivitas dengan mandi di aliran Sungai Genteng. Saat hendak melompat ke sungai, Rasya sempat diperingatkan oleh salah seorang temannya agar berhati-hati karena arus di lokasi itu cukup deras.
Meski telah diperingatkan, korban tetap melompat ke sungai. Tak lama kemudian, tubuhnya menghilang dan tidak kembali muncul ke permukaan air.
Melihat kejadian tersebut, teman-teman korban panik. Mereka segera meminta pertolongan warga sekitar untuk melakukan pencarian.
“Korban melompat padahal sudah diperingatkan temannya karena arusnya deras. Setelah tidak muncul, teman-temannya panik dan minta tolong warga,” ujar seorang warga di lokasi kejadian.
Warga kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi korban diduga tenggelam. Setelah berlangsung sekitar dua jam, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para orang tua dan anak-anak, agar lebih waspada saat beraktivitas di sungai, terutama ketika memasuki musim hujan. Kondisi arus yang deras dapat membahayakan keselamatan, meskipun permukaan air terlihat tenang.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































