Tumbuhkan Literasi Sejak Dini, Warga Wonosari Ini Galang Donasi Buku - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 21 Nov 2020 20:15 WIB ·

Tumbuhkan Literasi Sejak Dini, Warga Wonosari Ini Galang Donasi Buku


 Tumbuhkan Literasi Sejak Dini, Warga Wonosari Ini Galang Donasi Buku Perbesar

BACAMALANG.COM – Kehidupan anak-anak (usia sekolah SD) saat pemberlakuan belajar daring kerapkali diwarnai kebosanan yang mendalam.

Terkait hal itu, maka dibutuhkan semangat untuk menumbuhkan literasi sejak dini pada anak-anak untuk membentuk karakter dan perilaku yang baik.

“Alhamdulillah meski baru satu Minggu penggalangan Donasi buku, namun sudah banyak yang nyumbang buku,” tutur warga Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Aidha Dhum, Jumat (19/11/2020).

Aidha menceritakan, inisiatif ini berawal dari anak-anak yang berkumpul di rumahnya mengikuti pembuatan drama film pendek buat konten YouTube.

“Anak-anak sering kumpul-kumpul. Biar gak kecelek atau datang ke rumah cuma ngajak ngonten, jadi muncul ide baru bikin rumah baca sekalian biar basecamp GKB (Gunung Kawi Berkarya) bisa buat rumah belajar dan berkarya,” tukas Aidha.

Perempuan multitalenta ini menjelaskan, tujuan gerakan ini agar anak-anak tidak cuma berasyik ria dengan gadget, namun juga suka membaca.

“Tujuannya ya biar gak ngonten atau tiktok saja. Intinya menumbuhkan minat baca juga biar gak selalu pakai HP di segala kegiatan,” urai Aidha.

Ragam Buku

Aidha mengungkapkan pihaknya menerima aneka buku untuk koleksi baca anak-anak.

“Monggo menyumbang buku semisal buku sejarah, dongeng (cerita rakyat), kisah nabi-nabi dan wali songo, pelajaran SD, kamus, buku gambar (putih), buku mewarnai dan buku tulis,” imbuh Aidha.

Aidha mengatakan, saat ini baru terkumpul sebanyak 2 rak buku. “Lumayan karena dapat donasi. Tapi Kita tidak membatasi berapapun banyaknya. Buku lainnya, pasti suatu saat akan dibutuhkan. Kalau semakin banyak kan makin lengkap,” papar Aidha.

Aidha mengungkapkan, pertama pihaknya berupaya membangkitkan minat baca anak-anak, sedikit demi sedikit.

Selanjutnya menyebar poster untuk menggalang donasi buku. “Alhamdulilah mulai ada yang suport dan mengirim donasi langsung ke rumah Kami, dan ada juga yang menjanjikan untuk segera membawa beberapa buku,” jelas Aidha.

Aidha merasa bersyukur karena minat literasi (minat baca) anak-anak kampung semakin meningkat.

“Saya senang, respon warga baik. Mereka mengijinkan anak-anaknya untuk bermain dan belajar disini. Bagi saya itu sudah menjadi wujud dukungan karena mempercayakan anak-anaknya untuk berkumpul di tempat saya,” terang Aidha.

Perpustakaan Mini

Aidha berkeinginan untuk membuat perpustakaan mini di rumahnya untuk berkumpul dan membaca aneka buku.

“InshaAllah Kita bikin perpustaan mini pribadi dirumah saja. Biar anak-anak tidak merasa seperti perpustakaan dan tempat belajar sungguhan. Jadi cuma buat main-main, tapi dapat bonus nambah pengetahuan gitu aja. Soalnya anak-anak sekarang kalau ditekankan belajar atau diberatkan dengan kalimat “jangan cuma bermain aja” justru males belajar. Kalau cuma disugesti kesini buat main-main mereka tanpa menyadari ternyata disini belajar,” tandas Aidha.

Literasi Lingkungan

Aidha menjelaskan, ia berupaya menanamkan literasi lingkungan kepada anak-anak.

“Menurut saya kalau dibahasakan literasi kayaknya terlalu berat. Tapi kalau dipkir-pikir lagi, perpustakaan rumah, belajar memerankan film pendek dan mewadahi anak-anak berkumpul, ini termasuk juga menanamkan literasi lingkungan buat anak-anak. Biar mengenal lingkungan sekitar, teman-teman dan pada akhirnya mengenalkan anak tentang bersosialisasi dengan sesama,” terang Aidha.

Aidha menilai, karena anak-anak sekarang sibuk mengerjakan tugas sekolah dan sering bermain gadget, maka untuk mengembangkan bakat, kepribadian, dan kemampuan mereka di bidang non akademik sangat kurang.

“Anak-anak sekarang sibuk mengerjakan tugas sekolah dan sering bermain gadget, maka untuk mengembangkan bakat, kepribadian, dan kemampuan mereka di bidang non akademik sangat kurang,” jelas Aidha.

Aidha menuturkan, ia berharap agar minat belajar anak-anak tinggi supaya bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan.

“Harapan saya, cuma pengen anak-anak minatnya tumbuh untuk belajar disini agar nantinya bermanfaat buat keluarga dan lingkunganya. Tidak terjerumus pergaulan salah dengan mengenal lingkungan dan kemajuan jaman saat ini,” urai Aidha mengakhirinya.

Bagi pembaca yang ingin mendonasikan buku bisa disalurkan (dikirimkan) ke Jalan Padepokan Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari RT 07 RW 04 Nomer 19 Gunungkawi, Kabupaten Malang. (Had/zuk)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Semarak Kemerdekaan, Warga BTU Pajang Kisah Pahlawan di Depan Rumah

15 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Ciptakan Keamanan dan Ketertiban, Polres Malang Ajak Semua Elemen Sinergi Kontrol Ruang Digital dan Medsos

15 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Cuaca Kering Picu Kebakaran, 12 Hektare Hutan Jati di Gunung Geger Pagak Ludes Terbakar

15 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Tembus Forum Internasional di Tiga Negara, Mahasiswa Universitas Al-Qolam Malang Bikin Bangga Indonesia

14 Agustus 2026 - 21:20 WIB

GRIB JAYA Malang Raya Dorong Penguatan Keamanan Aset, Investasi Harus Diiringi Rasa Aman

14 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Hadapi Aturan Belanja Pegawai 30 Persen, Komisi I Apresiasi Strategi Bupati Malang dalam KUA-PPAS 2027

14 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !