Tanggulangi PMK, Satgas UMM Paparkan 4 Hal Penting kepada Peternak Sapi Tumpang - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 13 Jul 2022 16:11 WIB ·

Tanggulangi PMK, Satgas UMM Paparkan 4 Hal Penting kepada Peternak Sapi Tumpang


 Tanggulangi PMK, Satgas UMM Paparkan 4 Hal Penting kepada Peternak Sapi Tumpang Perbesar

BACAMALANG.COM – Berpartisipasi
membantu menanggulangi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ternak, Satgas PMK Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberi penyuluhan-konsultasi peternak di Desa Jeru Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, memaparkan 4 hal penting, belum lama ini.

“Saya juga punya sanak saudara dan kerabat yang sapinya sakit hingga akhirnya mati. Momen ini memang berat, tapi ada beberapa langkah yang bisa bapak ibu lakukan untuk mengantisipasi dan merawat hewan ternak yang terjangkit PMK,” tegas Tim Satgas PMK UMM Ali Mahmud.

Dikatakannya UMM mengirimkan tim satgas PMK ke beberapa daerah, salah satunya ke Desa Jeru, Kecamatan Tumpang. Puluhan warga Jeru yang bermata pencaharian sebagai peternak Sapi mengikuti penyuluhan tersebut sampai akhir dan berkonsultasi.

Ia meminta agar para peternak tidak merasa panik. Ia menjelaskan bahwa wabah ini tidak hanya menyerang Malang, tapi seluruh daerah di Indonesia.

Dipaparkannya ada 4 (empat) langkah yang bisa dilakukan oleh para peternak. ‘Dimulai dengan deteksi mandiri. Ada beberapa ciri jika Sapi sudah terkena virus PMK yakni air liur yang berlebihan, matanya lesu, pupil kurang baik karena tidak mau minum dan akhirnya dehidrasi. Peternak juga bisa memperhatikan bau yang ada di kandang karena sapi yang terkena PMK memiliki bau yang khas,” tuturnya.

Kemudian, langkah kedua yakni dengan penanganan dehidrasi dengan mencekoki cairan. Bisa juga dengan dicontang atau digelonggong. Pun dengan pemberian betadine atau obat biru di mulut Sapi yang sakit serta mengobati kuku-kuku Sapi yang terluka. Menurutnya, merawat Sapi yang sakit PMK memang harus dilakukan dengan telaten dan rutin.

“Paling tidak harus sering membersihkan mulut Sapi yang luka atau penuh nanah. Bisa menggunakan campuran bahan-bahan alami seperti air rebusan daun sirih. Kalau memiliki akses ke obat-obatan, bapak ibu juga bisa memberikan obat yang sesuai. Lalu langkah selanjutnya yakni penanganan medis dan membentuk tim kecil agar lebih mudah merawat Sapi-Sapi yang sakit,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Dr. drh. Lili Zalizar, M.S. menjelaskan bahwa PMK merupakan salah satu penyakit ternak yang ganas dan mudah menular. Tetapi peternak tidak perlu khawatir karena PMK nyatanya bisa disembuhkan. Namun pengobatannya tidak bisa hanya dilakukan sekali.

Lili mengatakan bahwa virus PMK tidak tahan dengan asam, maka peternak bisa memberikan vitamin C. Virus itu juga tidak tahan basa sehingga bisa menyemprotkan air garam ke mulut dan kuku yang luka. “Bapak dan ibu bisa menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah atau yang mudah didapat. Tetapi paling tidak sudah punya persediaan desinfektan dan vitamin,” tambahnya.

Lili juga memberikan cara membuat desinfektan alami. Yakni dengan menggunakan daun Sirih atau juga daun buah Cherry. Berdasarkan pengamatannya, dua bahan alami ini bisa digunakan dengan baik sebagai desinfektan alami. “Nanti jika ada proses vaksinasi, bapak dan ibu jangan menolak. Vaksin akan membuat ternak Kita lebih kuat dan memiliki antibodi. Kita juga bisa meningkatkannya dengan memberikan perhatian dan kasih sayang kepada ternak yang Kita miliki,” tambah Lili.

Pada kesempatan yang sama Kepada Desa Jeru, Ahmad Saiful Hadi, berterimakasih karena UMM mau datang dan memberikan penyuluhan. Selama ini, belum ada yang memberikan penjelasan rinci tentang virus PMK cara-cara mandiri menanganinya. “Sejauh yang saya tahu, di desa sekitar juga belum ada penyuluhan semacam ini. Tentu ini sangat membantu para peternak Sapi yang kebingungan dan awam tentang cara penanganan sapi terjangkit PMK,” tambahnya.

Ia berharap para peternak Sapi di Jeru bisa memanfaatkan pertemuan ini dengan maksimal. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang nantinya dapat membantu mereka dalam mengatasi virus PMK. Ia tidak ingin para warga diam saja dan akhirnya tetap tidak tahu langkah-langkah yang harus dilakukan.

“Semoga agenda ini menjadi awal upaya dalam mengatasi virus PMK di Tumpang, utamanya Desa Jeru. Mungkin nanti pihak UMM bisa mengirimkan tim dokter atau juga mahasiswa dalam membantu peternak merawat dan menjaga kondisi Sapi agar bisa lebih prima dan sehat. Sekali lagi Kami berterimakasih banyak tim Satgas PMK UMM bisa datang,” pungkasnya.(*/had)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Percepat Pemulihan Pascabencana, BPBD Kabupaten Malang Genjot Akurasi Data Lewat Bimtek Jitupasna

24 April 2026 - 12:52 WIB

Hijaukan TPA Supit Urang, Polresta Malang Kota Tanam 250 Pohon Sambut Hari Bhayangkara ke-80

24 April 2026 - 12:31 WIB

Bayi Dibuang dalam Kardus, Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi: Alasan Tak Siap Mental dan Terhimpit Ekonomi

24 April 2026 - 09:57 WIB

Ucapan Diduga Bernuansa SARA Picu Demo di PN Kepanjen, Massa Tuntut Oknum Panitera Diproses Hukum

24 April 2026 - 07:47 WIB

Modus Pengobatan Alternatif, Dukun di Gedangan Cabuli Pasien Hingga Berulang Kali

23 April 2026 - 22:14 WIB

Gebrakan Kalapas Baru Malang: Christo Toar Tancap Gas Upgrade SDM dan Sikat Penyelundupan HP-Narkoba

23 April 2026 - 18:50 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !