BHARADA ELIEZER "hidup ini kesempatan, indah pada waktunya ….. - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

OPINI · 12 Agu 2022 08:47 WIB ·

BHARADA ELIEZER “hidup ini kesempatan, indah pada waktunya …..


 BHARADA ELIEZER “hidup ini kesempatan, indah pada waktunya ….. Perbesar

Oleh: Dr Riyanto*

BHARADA ELIEZER
“hidup ini kesempatan, indah pada waktunya …..

“Anakku Tjahjanto, sapalah anak buahmu. Tidak mungkin mereka menyapamu !
Sang Jendral ter-ngiang perintah “seorang kopral, anak buahnya.

Bambang Sudarto tentu merasakan. Betapa sapaan itu jadi sejarah dalam kehidupan kopral.
Mereka tentara yang benar-benar bangga dengan kesatuannya.

Irjen Ferdy Sambo berbeda. Jenjang kelewat gemilang, seksi kriminal.
Banyaknya kejahatan, tentu perintah menembak tak terhitung jumlahnya.

Dar der dor, tugas cepat terselesaikan. Kariernya melesat, melewati Krisna Murti atasannya.
“Jangan membanding dirinya dengan orang lain,” Brigjen Krisna Murti, menanggapi dengan santai.

Kebiasaan nembak dan perintah menembak membelit dirinya.
Hotman Paris si indra ke enam, ikut memerintah.
Bharada Eliezer, untuk tidak terlambat. Segera membuka fakta …..

Diantara renungan, Bharada Eliezer dipandu pengacara.
“Ya Tuhan, semoga teman saya bisa tenang, hidup untuk kemulyaan Tuhan.
Melantunlah kidung gerejawi, “Hidup ini adalah kesempatan, indah pada waktunya …..

Dengan semangat, semua dibuka terang – benderang.
Hukuman dari manusia, adalah kasih sayang Tuhan.

Irjen Ferdy Sambo sudah terlambat. Perintah menembak tepat pada dirinya.
Sederet perwira, sebarisan yang lain sedang menunggu keputusan.

“Anakku Tjahjanto, sapalah anak buahmu !
Pesan ayahanda Bambang Sudarto, Kopral Angkatan Udara.
Semua anak buah tidak bersalah. Telah menyerahkan jiwa dan raga pada komandannya.
Bebaskan dari penderitaan. Brigadir Je, hanyalah sarana pembuka kejahatan. Didekap Putri Candrawati, untuk dilindungi.
Semua masih berjalan. Sabar menanti …..

Selamat untuk Polri, prediktif, responsibilitas, dan transparansi, serta berkeadilan.
Presisi – singkatan yang menyulitkan.

??
Dirgahayu Republik Indonesia.

*Dr Riyanto Budayawan dan Akademisi Universitas Brawijaya

*Isi tulisan menjadi tanggung jawab sepenuhnya penulis.

*Tulisan ini secara khusus didedikasikan dan menjadi wujud apresiasi kinerja kepolisian dibawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam pengungkapan pembunuhan Brigadir J.

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

HUT Arema ke-39: Merayakan Kebanggaan, Menolak Lupa Tragedi Kanjuruhan

11 Agustus 2026 - 01:26 WIB

Suroan Plus 17-an, Digeser Sound Horeg

10 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Muktamar ke-35 dan Ilusi Etalase: Menatap Wajah Penggerak Anonim NU di Abad Kedua

9 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Mata Hati Semesta Tidak Bisa Dibutakan: Membangun Kembali Peradaban Integritas di Tengah Krisis Kepercayaan

3 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Refleksi Peringatan Hari Ikrar Gerakan Pramuka

30 Juli 2026 - 12:23 WIB

Bangsa dalam Lorong Krisis Sistemik: Sebuah Ulasan Kritis tentang Hukum, Ekonomi, Keadilan, dan Kerusakan Peradaban

28 Juli 2026 - 08:33 WIB

Trending di OPINI

©Hak Cipta Dilindungi !