Gerhana Matahari Diperkirakan Akan Terjadi Dalam Ramadan Tahun ini - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 22 Mar 2023 10:12 WIB ·

Gerhana Matahari Diperkirakan Akan Terjadi Dalam Ramadan Tahun ini


 Pengamatan langit oleh Tim Astrofotografi UB. (Dokumentasi Eka Maulana) Perbesar

Pengamatan langit oleh Tim Astrofotografi UB. (Dokumentasi Eka Maulana)

BACAMALANG.COM – Tim Astrofotografi UB memperkirakan pada Ramadan tahun ini akan terjadi gerhana matahari. Hal ini karena terjadi konjungsi matahari dan bulan menjelang 1 Syawal 1444 H.

Koordinator tim M Fauzan Edipurnomo mengatakan, gerhana matahari total dapat diamati di Indonesia bagian Timur hingga tengah, sedangkan gerhana matahari parsial (sebagian) dapat diamati dari Indonesia bagian tengah hingga bagian barat.

“Fenomena gerhana matahari diperkirakan akan terjadi pada tanggal 20 April 2023,” ujarnya, Rabu (22/3/2023).

Salah satu anggota tim, Eka Maulana menambahkan, masyarakat yang berada pada daerah Indenesia bagian barat khususnya Kota Malang, dapat menikmati gerhana matahari parsial ini mulai pukul 9.28 WIB hingga pukul 12.22 WIB.

“Puncak gerhana matahari terjadi pukul 10.52 dengan tingkat magnitute gerhana 67%. Total waktu gerhana 2 jam 55 menit,” ucapnya.

Menurut Eka, terjadinya gerhana matahari berpotensi menyebabkan berkurangnya intensitas radiasi inframerah matahari yang jatuh ke lapisan ionosfer bumi.

“Fenomena ini memungkinkan menurunnya jumlah foton yang merupakan gelombang elektromagnetik yang berada diatas bumi, dimana sifatnya sebagai gelombang elektromagnetik ini berperan sebagai media transmisi dalam pengiriman sinyal satelit, radio, HP, maupun sinyal perangkat komunikasi sejenis lainnya,” urai dia.

Sehingga, imbuh Eka, jika perangkat-perangkat komunikasi ini tidak diset dengan ambang batas toleransi perubahan intensitas radiasi tersebut, maka ada peluang akan terpengaruh dalam pengiriman datanya.

“Perubahan radiasi ini besar kemungkinan juga dapat dirasakan oleh makhuk hidup lain yang peka terhadap perubahan intensitas gelombang elektromagnetik seperti hewan melata, burung, maupun jenis tanaman tertentu,” katanya.

Menghadapi fenomena ini, Eka dan tim yang beranggotakan Waru Djuriatno, M Aswin, A A Razak, dan beberapa Pranata Laboratorium Fakultas Teknik menyarankan untuk selalu waspada terhadap segala bentuk perubahan iklim, cuaca, maupun fenomena alam lainya.

“Adanya fenomena-fenemena ini adalah tanda-tanda alam dari sang Pencipta yang mestinya kita ambil pelajaran serta hikmahnya. Disarankan melihat gerhana matahari dengan filter matahari, sehingga tidak secara langsung radiasi sinar ini mengenai mata kita,” sarannya.

Awal Ramadan diperkirakan akan terjadi pada hari Kamis 23 Maret 2023 antara metode hisab (MD) dan metode rukyatul hilal (NU).

Menurut metode hisab, 1 Ramadan akan jatuh pada hari Kamis 23 Maret 2023 dengan posisi ketinggian hilal pada hari Rabu mencapai 7 derajat di kota Malang.

Sedangkan menurut metode rukyatul hilal dengan kriteria imkanur rukyat 1 Ramadan 1444H diprediksi jatuh pada hari yang sama dengan kemungkinan bulan dapat dilihat terutama di Indonesia bagian barat jika langit cerah dengan tinggi hilal mencapai 8 derajat dan sudut elongasi lebih dari 9 derajat di kota Sabang pada hari sebelumnya.

Sedangkan lebaran akan berbeda antara NU dan Muhammadiyah metode hisab (MD) memutuskan 1 Syawal 1444H jatuh hari Jumat 21 April 2023 dengan ketinggian hilal pada hari sebelumnya 1 derajat 47 menit 58 detik busur.

Metode Rukyatul hilal menggunakan kriteria imkanur rukyat pada hari tersebut hilal kemungkinan besar belum bisa dilihat karena masih dibawah kriteria MABIMS 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat, sekalipun diamati dari wilayah Indonesia bagian barat (Kota Sabang) dengan ketinggian hilal 1 derajat pada hari Kamis 20 April 2023.

“Sangat besar kemungkinan bulan baru tidak bisa dilihat pada hari tersebut dengan alat bantu sekalipun terlebih jika kondisi langit berawan. Sehingga 1 Syawal berpotensi jatuh pada hari Sabtu (22 April 2022),” tandasnya.

Pewarta : Nedi Putra AW
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki



Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jumat Berkah ARELA Official, Puluhan Paket Sembako Dibagikan untuk Warga

18 April 2026 - 06:57 WIB

Sultoni Kharis: Ilmu Murni Fakultas MIPA Adalah Bekal Memahami Dunia

17 April 2026 - 20:23 WIB

Pelantikan Kepala DLH Kabupaten Malang, Masa Kerja dan Pertanggungjawaban Pengangkatan Disorot

17 April 2026 - 18:40 WIB

Dosen FTP UB Sulap Limbah Rambut Jagung Jadi Sunscreen Inovatif

17 April 2026 - 16:18 WIB

Wujudkan Kolaborasi Pentahelix, Universitas Brawijaya Luncurkan BOUMI, Produk Perawatan Anak Berbasis Bahan Alami

17 April 2026 - 16:10 WIB

Aksi Pencurian Murai Batu di Pamotan Dampit Terekam CCTV, Pelaku Sempat Terjatuh Saat Beraksi

17 April 2026 - 15:22 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !