Viral Isu Lockdown September 2023, Masyarakat Diminta Tenang dan Antisipatif - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 11 Sep 2023 21:39 WIB ·

Viral Isu Lockdown September 2023, Masyarakat Diminta Tenang dan Antisipatif


 Sekretaris Dinkes Kota Malang, dr Umar Usman MM. (ist) Perbesar

Sekretaris Dinkes Kota Malang, dr Umar Usman MM. (ist)

BACAMALANG.COM – Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Umar Usman MM mengimbau warga agar tenang terkait beredarnya kabar akan terjadi pandemi 2.0 alias pandemi kedua yang bisa memicu lockdown pada September 2023.

“Kami imbau masyarakat tetap tenang namun antisipatif,” tegas Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Umar Usman MM, kepada BacaMalang.com, Senin (11/9/2023).

Kabar adanya lockdown 2023 tengah viral menjadi perbincangan warganet, di mana akan terjadi pandemi 2.0 alias pandemi kedua yang bisa memicu lockdown pada September 2023.

Isu ini berawal dari cuitan dokter Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa di akun Twitter miliknya. “Pandemi 2.0 yang dijadwalkan tahun 2025, ternyata dimajukan, bukan di 2024, tetapi di 2023. Dalam sebulan dua bulan, akan ada peraturan Lockdown, WFH, dan aturan pakai Masker,” tulis Dokter Tifa.

Dokter Tifa juga mengungkapkan bahwa masalah polusi udara yang kini ramai di tengah masyarakat juga ada kaitannya dengan pandemi 2.0.

Pertama agar masyarakat tidak protes, maka alasannya adalah polusi udara. Chemtrails terus ditaburkan, DEW dengan hasil kebakaran hutan dan gedung-gedung, langit dibuat jadi forecast, seakan-akan menghitam karena jelaga batubara atau BBM, demikian isi cuitan Dokter Tifa di Twitter.

Pernyataan ini menjadikan tak sedikit masyarakat percaya dan mulai resah dengan kemungkinan terjadinya pandemi kedua.

Pria alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini mengimbau masyarakat tidak mudah percaya dengan segala informasi yang beredar, dan jika ingin mengetahui informasi tentang kesehatan, maka harus mencari tahu langsung ke sumber-sumber resmi seperti IDI atau himpunan dokter spesialis.

Pandemi COVID-19 sendiri melanda Indonesia sejak awal 2020 silam, namun, status pandemi dicabut 21 Juni 2023 dan Indonesia pun mengalami transisi dari masa pandemi ke endemi.

Pertimbangan lain tentang perubahan status pandemi ke endemi adalah : meningkatnya kekebalan tubuh karena 99% masyarakat sudah memiliki antibodi COVID-19 berkat program vaksin, menurunnya angka kasus COVID-19, bahkan angka konfirmasi kasus harian COVID-19 di Indonesia sudah mendekati nihil.

Kemenkes terus berupaya melakukan pemantauan dan surveilans berbagai penyakit, termasuk COVID-19 yang sekarang sudah menjadi endemi. Saat ini, tidak ada temuan penyakit tertentu yang mengarah pada suatu kondisi pandemi.

“Sampai saat ini kasus COVID-19 di Indonesia sudah berada di titik paling bawah di level 1,” tandas pria yang juga Wakil Ketua PC NU Kabupaten Malang ini.

Terkait varian COVID-19 Pirola yang saat ini membuat geger masyarakat dunia, ia mengatakan potensi varian tersebut sampai merebak di Indonesia dinilai belum ada.

Masyarakat tak boleh percaya begitu saja pada informasi-informasi yang belum jelas pembuktian ilmiahnya.

“Booster menjadi penting terutama pada kelompok rawan yang khususnya setelah sudah enam bulan lalu mendapatkan vaksinnya,” terang Pria berjuluk Dokter Rakyat ini.

Beberapa cara mengurangi risiko penularan yakni : sering mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik hingga bersih, jangan menyentuh wajah, hidung, atau mulut saat tangan dalam keadaan kotor atau belum dicuci, hindari kontak langsung atau berdekatan dengan orang yang sakit, dan hindari menyentuh hewan atau unggas liar

Berikutnya, membersihkan dan mensterilkan permukaan benda yang sering digunakan, tutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu, buanglah tisu dan cuci tangan hingga bersih, dan jangan keluar rumah dalam keadaan sakit.

“Kenakan masker dan segera berobat ke fasilitas kesehatan ketika mengalami gejala penyakit saluran napas serta konsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” tukasnya mengakhiri.

Pewarta : Hadi Triswanto
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 93 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

AKP Kevin Ibrahim Tinggalkan Polres Batu dengan Segudang Kenangan, Puji Kekompakan dan Jiwa Kekeluargaan Anggota

3 Juni 2026 - 21:13 WIB

Dugaan Pungli Berkedok Infak di MTsN 4 Malang, Agus Subiyantoro Desak Ortu Tempuh Jalur Hukum

3 Juni 2026 - 18:33 WIB

Eksekusi Rumah di Perum Bumi Palapa Berjalan Lancar, Kuasa Hukum Termohon Soroti Dokumen Putusan Palsu

3 Juni 2026 - 18:22 WIB

Honda Beat Warga Gondanglegi Raib Digondol Maling

3 Juni 2026 - 16:44 WIB

Kapolres Batu Pimpin Sertijab PJU dan Kapolsek, Tegaskan Pelayanan Masyarakat Tetap Jadi Prioritas Utama

3 Juni 2026 - 10:04 WIB

Kasus Pengeroyokan Wisatawan Surabaya di Pantai Wedi Awu Berakhir Damai, Polres Malang Hentikan Penyidikan Lewat Restorative Justice

3 Juni 2026 - 07:28 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !