Balekambang dan Ngliyep Dibuka Lagi, Wisatawan Wajib Patuhi Ini - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 5 Jun 2020 12:55 WIB ·

Balekambang dan Ngliyep Dibuka Lagi, Wisatawan Wajib Patuhi Ini


 Balekambang dan Ngliyep Dibuka Lagi, Wisatawan Wajib Patuhi Ini Perbesar

BACAMALANG.COM – Pantai Balekambang dan Ngliyep akhirnya kembali dibuka untuk wisatawan setelah 2 bulan ditutup sementara lantaran pandemi Coronavirus disease 2019 atau Covid-19.

Meskipun dibuka lagi, pihak pengelola, yaitu Perusahaan Umum Daerah atau Perumda Jasa Yasa Kabupaten Malang, meminta kepada wisatawan yang akan berkunjung untuk mematuhi sejumlah protokol kesehatan.

Selain Balekambang dan Ngliyep, Perumda Jasa Yasa juga membuka kembali tempat wisata lainnya. Seperti Pemandian Metro di Kepanjen dan Dewi Sri di Pujon.

“Sudah dibuka, Balekambang, Ngliyep, Metro, dan Dewi Sri. Kalau hotel belum. Kesehatan itu penting, tapi ekonomi harus tetap jalan. Kita perhatikan protokol kesehatan,” kata Direktur Perumda Jasa Yasa Kabupaten Malang, Ahmad Faiz Wildan, Jumat (5/6/2020).

Wildan menambahkan, setiap pengunjung diwajibkan untuk memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, dan melewati penyemprotan disinfektan, sebelum memasuki area pariwisata.

“Wajib pakai masker, cuci tangan, hand sanitizer dan disinfektan. Jadi, masuk harus pakai masker dan disemprot disinfektan. Petugas kita juga memakai APD (alat pelindung diri, red). Mulai Rabu kemarin sudah buka. Sudah siap semua untuk dikunjungi. Intinya kita dibuka dulu, untuk sosialisasi,” terangnya.

Selain mengatur wisatawan, Perumda Jasa Yasa juga mengimbau para pedagang untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti menyediakan tempat cuci tangan.

“Kalau harga tiket tetap, kalau di mahalkan pasti tidak mungkin. Masyarakat kan butuh kesegaran setelah stay at home. Laut itu juga bagian dari obat, air laut memiliki manfaat untuk elektrolit alami dan kesehatan tubuh. Udara laut pagi hari bagus untuk tubuh. Pasirnya bagus untuk terapi,” tukas Wildan. (mid/yog)

Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Difabel Jadi Garda Mitigasi Bencana, Aksi Bakti Alam Inklusif Digelar di Gunung Wedon Lawang

23 Juni 2026 - 18:03 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Malang Gelar Bakti Kesehatan Lansia dan Lomba Siskamling

23 Juni 2026 - 14:27 WIB

Terminal Talangagung Disiapkan Jadi Pemberhentian Akhir Trans Jatim Koridor II, Rute Masih Digodok

23 Juni 2026 - 14:20 WIB

Libur Sekolah Tiba, KAI Daop 8 Ingatkan Bahaya Bermain di Jalur Rel Kereta Api

23 Juni 2026 - 10:46 WIB

Sidang Perdana Dugaan Penyerobotan Lahan di PN Malang Memanas, Terdakwa Sempat Bentak Majelis Hakim

23 Juni 2026 - 08:29 WIB

Listrik Padam Bergilir di Malang Raya, Warga dan Pelaku Usaha Mengaku Merugi

23 Juni 2026 - 07:12 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !