BACAMALANG.COM – Pertarungan Pilbup Malang dipastikan berlangsung seru, karena bakal ada rival setara “kekuatan” petahana HM Sanusi. Hal ini tidak lain karena politisi PKB Dra. Hj. Lathifah Shohib memastikan maju dalam kontestasi yang turut menentukan nasib warga Kabupaten Malang lima tahun ke depan ini.
Perempuan mantan anggota DPR RI ini, menjelaskan terkait rekom dari DPP PKB.
“Rekom akan dikeluarkan ketika semua sudah klir termasuk penentuan partai koalisi,” tutur perempuan cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama, KH Bisri Syansuri ini kepada BacaMalang.com, Selasa (7/5/2024).
Hingga kini terdapat sejumlah partai yang berpotensi berkoalisi meliputi Gerindra, NasDem, Demokrat, PKS dan PPP, serta tidak menutup kemungkinan Partai Golkar.
Perempuan yang juga tercatat sebagai salah seorang anggota Dewan Syuro PKB ini menjelaskan siapa bakal calon N2 yang akan mendampinginya.
“Saya menghendaki perwakilan anak muda, yakni Kresna Dewanata Peosakh,” imbuhnya.

Lathifah Shohib bersama Kresna Dewanata Prosakh. (ist)
Berdasar riset yang telah dilakukan timnya, Lathifah memaparkan terkait beberapa problematika di Kabupaten Malang yang butuh diperbaiki.
Untuk sektor infrastruktur, diperlukan pemerataan pembangunan jalan hingga pelosok desa. Pemeliharaan rutin serta kualitas pembangunan akan menjadi prioritas.
Sementara pada sektor pendidikan, perlu upaya mengurangi disparitas (gap/jarak), antara sekolah negeri dengan swasta, bahkan madrasah, dengan mengoptimalkan pengelolaan dana hibah.
Selain itu melakukan pendekatan dan menarik CSR dari perusahaan untuk kepentingan beasiswa pendidikan masyarakat.
Sektor lainnya perlu ditingkatkan adalah sektor ekonomi. Pentingnya memetakan potensi berbasis kecamatan dan desa sehingga produktifitas akan maksimal dan ini akan berdampak PAD daerah bertambah, masyarakat pun mendapat penghasilan yang layak.
BUMDes akan didorong untuk terlibat aktif dalam kegiatan peningkatan ekonomi rakyat. BUMDes harus menjadi pelopor hidupnya potensi desa.
“Harapan saya jangan sampai Pemdes maupun BUMDes ikut-ikutan latah semisal karena tren wisata, maka desa tersebut mengikuti mendirikan tempat wisata, padahal potensi desa tersebut adalah pertanian. Nah potensi ini yang akan kita dorong dan kembangkan,” lanjutnya.
Sedangkan untuk sektor kesehatan, pihaknya akan memprioritaskan penanganan stunting.
“Untuk sektor kesehatan, kami bertekad menurunkan stunting yang menjadi program prioritas,” tukasnya.
Lathifah juga memaparkan tentang sejumlah gagasan kreatif yang selayaknya dijalankan untuk memajukan dan mensejahterakan warga Kabupaten Malang.
Pihaknya akan mendorong terbitnya Perda Perlindungan Tenaga Kerja Rentan. Para pelaku UKM Mikro, guru honorer, guru madrasah madin TPQ, guru sekolah agama non muslim, harus mendapat fasilitas mulai beasiswa pendidikan untuk putra-putrinya dan juga fasilitas BPJS gratis.
“Selain program tadi, aktifis sosial lingkungan seperti RT RW, modin, pegiat Bank Sampah, kita upayakan mendapat BPJS gratis dan putra-putrinya mendapat beasiswa,” imbuhnya.
Bu Nyai sapaan akrabnya, juga menilai pentingnya menjaring investor untuk memperluas lapangan kerja.
“Kita ingin terlibat aktif mencari investor menanamkan investasi di Kabupaten Malang yang berdampak positif meluasnya adanya lapangan kerja. Insyaallah tahun ke-2 jika ditakdirkan menjadi Bupati sudah ada minimal 3 investor skala baik nasional maupun internasional yang akan ikut serta dalam membangun Kabupaten Malang,” terangnya.
Ia turut mengomentari sehubungan adanya penilaian minor di mana pemimpin seharusnya adalah laki-laki
“Kita tunjukkan prestasi dan sudah ada beberapa contoh pemimpin perempuan yang sukses, seperti Ibu Khofifah, Ibu Risma, Ibu Ana Muawanah dan terdekat adalah Ibu Dewanti Rumpoko, serta masih banyak yang lain,” pungkasnya.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki



















































