BACAMALANG.COM – Upaya mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi di Kota Malang dilakukan melalui berbagai langkah pencegahan, salah satunya dengan memperkuat kelestarian lingkungan. Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung menanam 100 bibit pohon di kawasan Lapangan Buring hingga bantaran Sungai Brantas, belakang GOR Ken Arok, Kecamatan Kedungkandang, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Green Policing Polresta Malang Kota. Selain mendukung penghijauan, penanaman pohon diarahkan untuk membantu menjaga kestabilan tanah, meningkatkan resapan air, serta mengurangi potensi erosi dan longsor di kawasan tepi sungai.
Penanaman dilakukan di sejumlah titik, mulai dari area sekitar lapangan yang biasa digunakan untuk kegiatan apel hingga kawasan tebing atau gampengan di sepanjang bantaran sungai.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS mengatakan, upaya mitigasi bencana tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan personel dan peralatan tanggap darurat. Langkah pencegahan melalui pengelolaan lingkungan juga perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Melalui Green Policing, kami ingin membangun kepedulian bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari upaya mencegah bencana. Penanaman pohon ini tidak hanya untuk penghijauan, tetapi juga membantu memperkuat tanah, menjaga resapan air, serta mengurangi risiko erosi dan longsor, khususnya di kawasan bantaran sungai,” jelas Danang.
Sebanyak 100 bibit pohon disediakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Bibit tersebut terdiri atas 25 pohon mahoni, 25 pohon tanjung, serta tanaman produktif berupa alpukat, nangka, dan durian.
Menurut Danang, keberadaan vegetasi memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Sistem perakaran pohon dapat membantu mengikat tanah, sedangkan tutupan vegetasi mendukung penyerapan air hujan dan membantu mengurangi limpasan air di permukaan tanah.
Selain itu, pepohonan juga berkontribusi terhadap kualitas udara dan menciptakan lingkungan yang lebih teduh.
Penanaman pohon buah turut menjadi bagian dari program tersebut. Alpukat, nangka, dan durian diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang apabila tumbuh dengan baik dan dirawat secara konsisten.
“Pohon keras dan pohon buah memiliki manfaat yang saling melengkapi. Selain menjaga ekosistem dan membantu mengurangi risiko kerusakan lingkungan, tanaman buah nantinya juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Harapannya, pohon yang ditanam hari ini dirawat bersama hingga tumbuh besar dan memberikan manfaat berkelanjutan,” tambahnya.
Kegiatan ini dihadiri Wakapolresta Malang Kota, Sekretaris Daerah Kota Malang, Danramil 0833-02/Kedungkandang, Kepala BPBD Kota Malang, Camat Kedungkandang, serta Kapolsek Kedungkandang.
Keterlibatan unsur pemerintah daerah dan TNI-Polri tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Bantaran sungai menjadi salah satu kawasan yang memerlukan perhatian dalam pengelolaan lingkungan, terutama saat memasuki periode dengan intensitas hujan tinggi. Penanaman vegetasi di lokasi yang sesuai diharapkan dapat membantu menjaga kondisi tanah dan mendukung fungsi ekologis kawasan sungai.
Melalui program Green Policing, Polresta Malang Kota berharap kegiatan penghijauan tidak berhenti pada penanaman bibit semata. Pemeliharaan dan perawatan pohon hingga tumbuh dengan baik menjadi bagian penting agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Sinergi kepolisian, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat langkah mitigasi bencana sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan Kota Malang yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Upaya ini menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana perlu berjalan beriringan dengan tindakan pencegahan. Tidak hanya bersiap menghadapi keadaan darurat ketika bencana terjadi, tetapi juga membangun kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko sejak dini.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



















































