BACAMALANG.COM – Kisah Pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ berlanjut dan kini tiba di Pits Stop Sadao Route 4, Thailand. Pemuda asal Klaten ini bertemu dengan 3 pesepeda dari Provinsi Yala, Thailand bernama Alif, Amir dan Amin. Ketiga teman baru Narendra ini mengajari Bahasa Thailand.
“Alhamdulillah saya sudah masuk negara baru. Welcome to Thailand,” tegas pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai ojol ini kepada BacaMalang.com, Sabtu (11/5/2024).
Ia menjelaskan, jika pertemuan ini berlangsung spontan saat beristirahat di perbatasan.
“Pertemuan ini tidak sengaja mereka sedang beristirahat di Check Border keluar Malaysia. Lalu kami berbincang banyak dan mereka antar saya menuju Check Border masuk Thailand,” imbuhnya.
Selanjutnya ia juga bertemu pembina pits stop Route 4 yang berada di distrik Ban Prik, Sadao Provinsi Songhkla, Abang Zon.
“Saya bercerita soal Kanjuruhan pada Abang Zon beliau adalah pembina Pits Stop Route 4 yang berada di distrik Ban Prik, Sadao Provinsi Songhkla,” imbuhnya.

Narendra berfoto bersama tiga kawan baru asal Thailand. (IG Narendra).
Narendra menjelaskan, kegiatan bersama sejumlah teman baru tersebut, termasuk belajar beberapa kosa kata Bahasa Thailand.
“Mereka mengajarkan saya beberapa kosa kata Bahasa Thailand,” lanjutnya.
Dikatakannya, Pits Stop ini adalah pertama di Thailand sisi selatan, di mana banyak penjelajah singgah dan beristirahat di sini untuk menerima informasi dan masukan untuk merancang rute selama penjelajahan di Thailand.
Diungkapkannya, besok ia akan ke KJRI Songkhla memenuhi undangan Konjen dalam acara Festival Nusantara.
“Mereka tahu tentang Tragedi Kanjuruhan dan akan menghubungkan saya dengan tokoh pegiat suporter Malaysia bernama Pak Viroonth agar misi ini bisa menjangkau kalangan Suporter di Negara Thailand,” sebutnya.
Ia tiba di perbatasan Malaysia-Thailand Check Border Padang Besar pukul 12.30 waktu Thailand (GMT+7).
Pemuda sederhana dan bersahaja ini mengungkapkan, dirinya mendapat permit stay visa selama 28 hari terhitung sejak 10 Mei hingga 8 Juni 2024.
Ia berencana bermalam di sebuah masjid di Distrik Ban Prik.
Seperti diberitakan sebelumnya, Narendra Wicaksono, pemuda asal Klaten yang bersepeda berumroh ke Makkah, sambil menuntut keadilan untuk korban Tragedi Kanjuruhan, memulai bersepeda dari Klaten, hingga kini sampai di Thailand.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki



















































