BACAMALANG.COM – Di tengah kondisi cuaca yang tak menentu, Narendra Wicaksono, pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ tidak gentar untuk melanjutkan perjalanannya menuju Bangkok.
Meski mengalami kenaikan detak jantung akibat suhu panas yang ekstrem, semangatnya untuk menyuarakan keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan tetap berkobar.
Pada hari Rabu yang terik, Narendra yang berasal dari Klaten ini mendapatkan bantuan tak terduga dari Aliass, pemilik warung masakan halal Muslim Pattani di Surat Thani, Thailand.
Aliass, yang tergerak oleh cerita Narendra dengan murah hati membantu membelikan tiket kereta api agar perjalanan sang pegowes dapat berlanjut.
Narendra menjelaskan kepada BacaMalang.com bagaimana ia bertemu dengan Aliass.

Foto bersama Boon Sri, Seorang Ibu Rumah tangga yang akan mengunjungi anaknya di Ratchaburi, Thailand. (IG Narendra)
“Saya menemukan masjid kecil di dekat jalur utama saat mencari di Google Maps, dan itulah tempat saya bertemu Aliass,” ujar Narendra yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online.
Berangkat pada pukul 18.30 waktu setempat dari Stasiun Ban Song, Wiang Sa, ia menghabiskan 380 Baht untuk tiketnya dan sepedanya.
Perjalanan yang akan ditempuh selama beberapa jam ini diharapkan akan tiba di tujuan pada pukul 07.00 pagi.
Di stasiun, Narendra sempat berbagi cerita tentang Tragedi Kanjuruhan dengan para penumpang lain (ibu-ibu). Video yang ia tunjukkan tentang tragedi tersebut menyentuh hati mereka.
Selanjutnya, Narendra berencana untuk melapor kedatangan ke KBRI Bangkok dan mengurus Visa Pakistan serta Visa India.
Namun, ia mendapat nasihat dari beberapa ibu di stasiun untuk menghindari perjalanan melalui Burma (Myanmar).
“Saya mendengarkan nasihat mereka dan memutuskan untuk naik kereta, terutama karena suhu yang ekstrem. Saya mengalami kenaikan detak jantung kalau bersepeda di cuaca panas,” kata Narendra menjelaskan alasan di balik keputusannya.
Sebelumnya, Narendra Wicaksono telah memulai perjalanan bersepeda dari Klaten menuju Makkah, sambil menuntut keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan. Kini, perjalanannya telah membawanya sampai ke Thailand.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Aan Imam Marzuki



















































