BACAMALANG.COM – Pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Narendra Wicaksono akan melanjutkan perjalanan ke India lalu Pakistan. Terkait hal ini, pemuda tangguh asal Klaten ini segera bertandang ke kantor Kedutaan Besar Pakistan di Bangkok Thailand naik sepeda kesayangannya.
“Sebelum kita datang untuk memenuhi undangan interview, kita diharuskan untuk mengisi formulir dalam website resmi visa Negara Pakistan. Formulirnya ada banyak sekali sekitar 10 halaman,” tegas Narendra kepada BacaMalang.com, Selasa (21/5/2024).
Pemuda yang sehari-harinya berprofesi sebagai ojol ini menuturkan, formulir berisi berbagai pertanyaan tentang identitas dan tujuan datang menuju negara Pakistan.
Lalu setelah itu diminta untuk membayar biaya administrasi menggunakan kartu kredit dengan biaya 26 US Dollar.
Ia menuju Kedutaan Pakistan kira-kira 20 km menghabiskan waktu setidaknya 2 jam bersepeda.
Narendra datang ke kantor Kedutaan Besar Pakistan sendirian dan di sana pemeriksaan cukup ketat, HP tidak boleh masuk dan sepeda wajib diparkir di luar kantor kedutaan.
Ia menjelaskan, pada saat itu cuaca sangat panas sekitar 40 derajat Celcius, dirinya bersepeda berangkat dari apartemen pukul 10.00 pagi.
Setibanya di kedutaan, ia langsung diarahkan untuk masuk dalam ruangan layanan visa dan konsuler, lalu menunggu untuk dipanggil di meja wawancara.
Sembari menunggu, ia beramah-tamah dengan para warga Pakistan yang ada di sana, salah satunya adalah Johnbon, warga Pakistan yang sudah tinggal di Thailand 2 tahun yang ikut membantu untuk memberi informasi terkait keadaan alam di Pakistan berikut rute yang bagus untuk perjalanan darat.
Setelah ia melakukan interview, ia merasakan ada perbedaan perlakuan antara dirinya sebagai pemohon dari Indonesia yang akan melakukan perjalanan umroh ke Arab Saudi melintasi Pakistan, dibanding para pemohon lainnya yang hanya diwawancarai di lantai dasar tanpa ruangan khusus. Ia dibawa ke ruangan khusus yang lebih besar di lantai 2.
“Saya pikir beliau adalah pejabat tinggi di Kedutaan Pakistan. Lalu dengan lemah lembut dan penuh keramahan beliau bertanya “how are you” dan dilanjutkan dengan pertanyaan tentang tujuan dia dan kota-kota yang akan dilalui di Negara Pakistan,” terangnya.
Selanjutnya Kedutaan Pakistan akan menyampaikan hasilnya dalam email yang akan dikirim dua hari setelah wawancara.
Narendra mengatakan, bagi para penjelajah dunia yang akan melintasi India dan Pakistan secara bersamaan, harus membuat kedua visa untuk negara tersebut secara bersamaan.
Karena Negara India tidak bisa menerbitkan visa Pakistan, begitu juga sebaliknya hal ini dikarenakan karena tidak adanya hubungan diplomatik di kedua negara tersebut.
Sebelum membuat visa Pakistan, ia sudah mengajukan permohonan untuk visa India melalui website resmi visa India.
Tidak seperti visa Pakistan, pengajuan visa India hanya membutuhkan kelengkapan dokumen dan persyaratan serta cukup menunggu maksimal 72 jam kerja, tanpa harus melalui wawancara ke kantor kedutaan besar.
Untuk visa Pakistan biaya 26 USD. Untuk visa India gratis bahkan untuk permohonan izin tinggal selama 1 tahun.
“Saya berharap saat saya tiba di Pakistan akan mempererat hubungan kedua belah bangsa yang sudah terjalin lama. Dan kunjungan saya ke Negara Pakistan akan menjadi momentum untuk menunjukkan solidaritas dan komitmen dunia internasional terhadap penegakan hak asasi manusia bagi korban-korban genosida di Gaza Palestina dan korban kekerasan mematikan di Stadion Kanjuruhan Malang,” tukasnya.
Seperti diketahui, dalam berita sebelumnya, Narendra Wicaksono telah memulai perjalanan bersepeda dari Klaten menuju Makkah, sambil menuntut keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan. Kini, perjalanannya telah membawanya sampai ke Thailand
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki



















































