Main Sepak Bola dengan Mahasiswa Indonesia di India, Pegowes 'Justice for Kanjuruhan' Bentangkan Bendera 135+ - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 7 Jun 2024 18:16 WIB ·

Main Sepak Bola dengan Mahasiswa Indonesia di India, Pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Bentangkan Bendera 135+


 Pegowes 'Justice for Kanjuruhan' Narendra Wicaksono berfoto bersama PPI India dan Staff KBRI New Delhi, sembari membentangkan spanduk 135+. (IG Narendra). Perbesar

Pegowes 'Justice for Kanjuruhan' Narendra Wicaksono berfoto bersama PPI India dan Staff KBRI New Delhi, sembari membentangkan spanduk 135+. (IG Narendra).

BACAMALANG.COM – Kisah perjalanan pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Narendra Wicaksono membawanya bertemu dengan sejumlah mahasiswa Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di India, belum lama ini.

Memanfaatkan momen istimewa tersebut, pemuda tangguh asal Klaten ini bermain sepak bola dalam acara fun football di lapangan Vasant Kunj, New Delhi, India, dilanjutkan berfoto bersama dengan membentangkan bendera 135+.

Mereka adalah Ricky Pepeng, Randa, Fikri, Rama, Agus, Awang, Ago, Fajar, Alex dan Abah Ikhsan.

Sebagian besar mereka berkuliah di Aligarh Muslim University baik jenjang sarjana dan pascasarjana, dengan beragam program studi seperti ilmu komputer, pendidikan pedagogis, sejarah dan fiqh.

“Alhamdulillah mereka memberikan dukungan terhadap perjuangan mencari keadilan Tragedi Kanjuruhan,” tegas Narendra kepada BacaaMalang.com, Jumat (7/6/2024).

Ia menuturkan, orang-orang di sana total support Kanjuruhan dan tidak ada nyinyiran.

“Mereka mau diajak foto dengan bendera ini menurut saya sudah bentuk dukungan. Mereka memberikan kata-kata dukungan, “Semoga kita semua tidak lekas lupa dengan tragedi yang merenggut 135 nyawa lebih”,” imbuhnya menirukan.

Ia membandingkan dengan mahasiswa Indonesia di Thailand yang menolak untuk diajak berfoto seperti itu. Narendra menjelaskan alasan perbedaan tersebut.

“Ada perbedaan kultur. Di sini mahasiswa Indonesia di India benar-benar belajar dengan biaya pribadi tanpa beasiswa dari negara. Jadi menurut saya idealisme mereka lebih terawat. Beda halnya dengan di Bangkok yang rata-rata menerima beasiswa jadi mereka untuk berfoto dengan bendera 135+ masih mikir-mikir,” tukasnya.

Seperti diketahui, dalam berita sebelumnya, Narendra Wicaksono telah memulai perjalanan bersepeda dari Klaten menuju Makkah, sambil menuntut keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan. Kini, perjalanannya telah membawanya sampai ke New Delhi India.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 113 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

SMAK Bhakti Luhur Genjot Budaya Literasi, Siswa Didorong Kembali Gemar Membaca dan Menulis

8 November 2026 - 11:07 WIB

Tanam 100 Pohon di Bantaran Brantas, Kapolresta Malang Kota Perkuat Mitigasi Bencana

8 November 2026 - 10:05 WIB

Polisi Bekuk Satu Terduga Curanmor, Tiga Rekannya Masuk DPO

8 November 2026 - 05:34 WIB

Honda Vario 125 Milik Mahasiswa Pakisaji Hilang di Kos Sumbersari, Korban Sebar Informasi Pencarian

7 November 2026 - 19:22 WIB

Cegah Kecelakaan Sejak Dini, Satlantas Polresta Malang Kota Bekali Siswa SMPN 22 Edukasi Bahaya Narkoba dan Balap Liar

7 November 2026 - 13:13 WIB

Mediasi Kasus Limbah Biogas Jianto, Kuasa Hukum Pelapor Tegaskan Proses Hukum Tetap Berlanjut

6 November 2026 - 22:02 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !