BACAMALANG.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merupakan universitas calon menteri. Hal ini diungkapkan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang RI Raja Juli Antoni, Ph.D., saat menghadiri dan memberi orasi dalam Wisuda ke-115 UMM di Dome, Selasa (3/9/2024).
Raja Juli menambahkan, UMM juga dikenal sebagai kampus legendaris yang seringkali masuk dalam urutan universitas terbaik, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Namun UMM juga dapat diplesetkan menjadi Universitas Magang Menteri,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) ini.
Raja Juli menceritakan perjalanan menteri-menteri dari UMM, seperti alm. Menteri Malik Fadjar dan Menko PMK Muhadjir Effendi.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya Prof. A. Malik Fadjar, M.Sc adalah Rektor UMM periode 1983-2000, serta sejumlah jabatan lainnya seperti Menteri Pendidikan Nasional Kabinet Gotong Royong periode 2001-2004, Menteri Agama Kabinet Reformasi Pembangunan 1998-1999, dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019.
Sedangkan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. menjabat Rektor Universitas UMM selama tiga periode sejak tahun 2000 hingga 2016 ini adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sejak 23 Oktober 2019 pada Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma’ruf Amin, dan juga sebelumnya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) periode 2016-2019.
Sementara itu, media massa dan media sosial mulai diramaikan dengan beredarnya unggahan draft susunan kabinet pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka periode 2024-2029.
Terkait hal tersebut, Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. menepis bahwa dirinya masuk bursa calon menteri kabinet mendatang.
“Kalau didoakan masuk berarti Alhamdulillah, aamiin,” ujarnya kepada sejumlah wartawan usai mendampingi Wamen Agraria dan Tata Ruang Raja Juli Antoni di Dome UMM, Selasa (3/9/2024).
Wakil Ketua Koordinator Strategis Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran ini juga tidak merasa sudah dihubungi pihak-pihak tertentu tentang jabatan sebagai calon menteri.
“Saya dulu memang menjabat sebagai rektor di sini, kemudian pensiun jadi rektor dan kembali jadi dosen biasa, ya sudah dijalani saja, ‘kan rodanya memang seperti itu,” ungkapnya.
Bahkan ketika ditanya wartawan apakah selain jabatan menteri sudah ada tawaran menjadi direktur salah satu BUMN, pria yang dua kali memimpin Kampus Putih ini menjawab sambil berkelakar.
“Tidak usah bermimpi, ini siang hari kok mimpi,” tukasnya.
Menurut Fauzan, kabar (draft) yang sudah beredar itu bagus, namun ia menegaskan kembali bahwa tidak ‘selentingan’ atau bisikan-bisikan bahwa dirinya masuk di dalamnya.
Ketika didesak dengan pertanyaan apakah siap jika menerima tawaran tersebut, Fauzan kembali menjawab dengan tertawa.
“Haha, wah siap grak!…,” tandasnya sambil meninggalkan kawasan Dome UMM.
Pewarta : Nedi Putra AW
Editor: Aan Imam Marzuki



















































