BACAMALANG.COM – Sejumlah suporter yang tergabung dalam komunitas Bonek-Arema (BONAR) menggelar aksi berbagi takjil gratis di jalan depan kawasan serta di wilayah Kromengan, Kabupaten Malang, belum lama ini. Selain membagikan takjil kepada para pengguna jalan, mereka juga mengadakan doa bersama di Gate 13 Stadion Kanjuruhan.
Devi Athok, orang tua korban Tragedi Kanjuruhan, menyampaikan pesan penuh makna dalam kegiatan tersebut. Ia berharap tragedi yang terjadi dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.
“Tragedi Kanjuruhan menyimpan banyak pelajaran. Seharusnya kita semua bisa belajar dari peristiwa ini, agar pada generasi berikutnya tidak ada lagi rivalitas buta dan fanatisme yang berujung kekerasan antar suporter sepak bola di Indonesia,” tegasnya.
Bambang, salah satu perwakilan suporter, mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus momentum berbagi di bulan suci Ramadan.
“Kami ingin berbagi kepada sesama di bulan suci Ramadan dengan membagikan takjil gratis,” ujarnya.
Sementara itu, Tatang, Aremania asal Malang yang kini menetap di Surabaya, menegaskan bahwa aksi sosial tersebut bertujuan mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat kebersamaan.
“Kami ingin berbagi sebagai wujud kepedulian kepada sesama. Malang–Surabaya, Salam Satu Jiwa Arema, Salam Satu Nyali Wani. Seduluran salawase,” tuturnya.
Ia menambahkan, komunitas BONAR tetap berkomitmen mengawal keadilan bagi keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, termasuk memantau proses persidangan yang berlangsung di Surabaya.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

























































