Polemik SMUB 2026: Rapor 89 Lolos Kedokteran UB, Rapor 96 Gagal? - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 18 Jun 2026 19:12 WIB ·

Polemik SMUB 2026: Rapor 89 Lolos Kedokteran UB, Rapor 96 Gagal?


 Kampus UB. (ist) Perbesar

Kampus UB. (ist)

BACAMALANG.COM – Hasil Seleksi Mandiri Universitas Brawijaya (SMUB) jalur nilai rapor 2026 menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah muncul pengakuan seorang peserta yang diterima di Program Studi Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) dengan nilai rata-rata rapor 89.

Unggahan tersebut viral di platform X dan memicu beragam reaksi dari calon mahasiswa maupun warganet. Pasalnya, pada saat yang sama sejumlah peserta lain mengaku tidak lolos seleksi meski memiliki nilai rapor yang jauh lebih tinggi, bahkan mencapai rata-rata 96.

Perdebatan bermula dari unggahan akun X @YannHamster yang menampilkan tangkapan layar hasil seleksi dari laman SELMA UB. Dalam unggahan itu, Royyan Benazir Pashah mengumumkan dirinya diterima di Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran UB melalui jalur SMUB 2026. “Alhamdulillah FK UB tembus. Ayo moots ges,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Saat ditanya pengguna lain mengenai nilai rapor dan prestasi yang dimiliki, Royyan mengaku memiliki nilai rata-rata rapor 89 serta sertifikat hafalan Al-Qur’an 30 juz. “89, sertifikat 30 juz yaww,” tulisnya dalam kolom komentar.

Pengakuan tersebut langsung memancing diskusi luas. Banyak warganet mempertanyakan mekanisme penilaian SMUB karena Program Studi Kedokteran UB selama ini dikenal sebagai salah satu program studi dengan tingkat persaingan paling ketat.

Di sisi lain, sejumlah unggahan lain menunjukkan keluhan peserta yang mengaku memiliki nilai rapor hingga 96 tetapi tetap gagal lolos pada program studi Kedokteran maupun Kedokteran Gigi.

Sorotan publik semakin menguat karena berdasarkan data SMUB jalur rapor tahun sebelumnya yang beredar di media sosial, rata-rata nilai peserta yang diterima di Kedokteran UB mencapai sekitar 94,85. Karena itu, lolosnya peserta dengan nilai 89 menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor lain yang digunakan dalam proses seleksi.

UB: Seleksi Tidak Hanya Berdasarkan Nilai Rapor

Menanggapi polemik yang berkembang, Kepala Humas UB, Tri Wahyu Basuki, mengarahkan konfirmasi kepada panitia penerimaan mahasiswa baru. “Terkait konfirmasi tentang SMUB bisa menghubungi koordinator penerimaan,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Koordinator Penerimaan SMUB, Arif Hidayat, menjelaskan bahwa sistem seleksi jalur prestasi memang tidak hanya mengandalkan nilai akademik dari rapor.

Menurutnya, terdapat dua komponen utama dalam penilaian, yakni prestasi akademik (rapor) dan prestasi non-akademik. “Dalam seleksi mandiri prestasi itu ada dua kategori, yaitu prestasi rapor (akademik) dan non-rapor (non-akademik),” jelas Arif.

Ia menegaskan bahwa peserta dengan prestasi non-akademik yang sangat kuat dapat memperoleh tambahan poin signifikan yang memengaruhi nilai akhir seleksi.

Salah satu bentuk prestasi yang mendapat apresiasi dalam sistem penilaian adalah kemampuan menghafal Al-Qur’an. Peserta yang memiliki sertifikat hafalan hingga 30 juz memperoleh poin tambahan yang besar dalam komponen prestasi.

Dengan demikian, nilai akhir seleksi merupakan hasil akumulasi berbagai aspek yang telah ditetapkan panitia, bukan semata-mata berdasarkan angka rata-rata rapor.

Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Lansia Ditemukan Tewas di Sumur Belakang Rumah di Pakis

18 Juni 2026 - 18:44 WIB

Jawa Timur Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Program Bongkar Ratoon Tebu di Malang ​

18 Juni 2026 - 12:30 WIB

Kementerian HAM Gandeng FH UB Gelar Uji Publik Rancangan Perubahan UU HAM

17 Juni 2026 - 14:33 WIB

Tiga Perwira TNI Lulus dari Kampus Militer Bergengsi AS, Mayor Zulfikar Raih Gelar Magister Keempat

16 Juni 2026 - 11:33 WIB

JKJT Edukasi Remaja Gereja tentang Bahaya Kecanduan Gadget, Aktivitas Alam Jadi Solusi Tingkatkan Fokus

14 Juni 2026 - 17:55 WIB

Transformasi Besar Unika Widya Karya Malang, Alumni dan Mahasiswa Diajak Jadi Duta Kampus

14 Juni 2026 - 16:21 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !