BACAMALANG.COM – Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) memberikan edukasi kepada para remaja gereja mengenai dampak penggunaan gadget yang berlebihan terhadap tumbuh kembang anak dan remaja. Kegiatan yang mengusung tema “Tumbuh Kembang Anak di Usia Remaja” tersebut digelar di Gereja Katolik Diangkat ke Surga, Jalan Bunga Lely No. 17-19, Lowokwaru, Kota Malang.
Ketua Umum JKJT, Agustinus Tedja Bawana, menjelaskan bahwa penggunaan gadget tanpa batas dapat memengaruhi kemampuan konsentrasi anak dan remaja. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan mereka mengalami gangguan fokus dalam kehidupan sehari-hari maupun saat mengikuti proses belajar.
“Banyak anak yang mengalami kesulitan fokus akibat penggunaan gadget yang berlebihan. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama, termasuk bagi para guru dan orang tua agar mampu menangani permasalahan tersebut secara bijak dan tepat,” ujar Agustinus.
Ia menegaskan bahwa remaja harus memiliki kesadaran untuk bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, termasuk dalam menggunakan media sosial dan teknologi digital.
“Mereka harus mampu mengendalikan diri, memahami mana yang penting dan mana yang tidak penting dalam penggunaan gadget maupun media sosial,” tegasnya.
Menurut Agustinus, salah satu cara efektif untuk mengurangi ketergantungan terhadap gadget adalah dengan mengajak anak-anak lebih banyak berinteraksi dengan alam. Aktivitas di luar ruangan dinilai mampu mengalihkan perhatian dari layar gawai sekaligus memberikan manfaat besar bagi perkembangan fisik dan mental.
“Anak-anak perlu diajak mencintai alam. Ketika mereka aktif berinteraksi dengan lingkungan sekitar, ketergantungan terhadap gadget dapat berkurang dan mereka memperoleh banyak manfaat positif,” katanya.
Ia menjelaskan, bermain di alam terbuka bukan sekadar aktivitas rekreasi, tetapi juga menjadi sarana penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Udara segar, ruang gerak yang lebih luas, serta kesempatan mengeksplorasi lingkungan dapat membantu meningkatkan kesehatan fisik, kecerdasan, dan kesejahteraan emosional.
Aktivitas seperti berlari, melompat, dan memanjat dapat meningkatkan kekuatan otot, kesehatan tulang, serta kebugaran tubuh. Selain itu, pengalaman bermain di alam juga membantu anak memperoleh pengetahuan baru, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan kemampuan berpikir.
Dari sisi sosial, bermain bersama di alam terbuka dapat melatih kemampuan berinteraksi, bekerja sama, dan membangun hubungan dengan teman sebaya. Aktivitas tersebut juga terbukti membantu mengurangi stres dan kecemasan.
“Anak-anak yang sering bermain di luar ruangan cenderung lebih fokus, lebih rileks, dan memiliki suasana hati yang lebih stabil,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Agustinus menambahkan bahwa aktivitas di alam terbuka juga dapat menumbuhkan kemandirian dan rasa percaya diri. Anak-anak belajar menghadapi tantangan, mengambil keputusan, serta memahami batas kemampuan diri mereka.
“Bermain di luar membantu anak mengasah keterampilan motorik halus maupun kasar. Mereka juga belajar menilai risiko dan menyelesaikan tantangan secara mandiri, yang sangat penting bagi proses tumbuh kembang mereka,” pungkasnya.
Pewarta/Editor: Hadi Triswanto



























































