Dari Tugas Sekolah Jadi Bisnis: Siswi MA di Turen Raup Omzet Lebih Saat Ramadan Lewat Lumpia Pedas - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 9 Mar 2026 10:46 WIB ·

Dari Tugas Sekolah Jadi Bisnis: Siswi MA di Turen Raup Omzet Lebih Saat Ramadan Lewat Lumpia Pedas


 Dinda, Citra, Maulidatul, dan Windi, siswi kelas 3 Madrasah Aliyah (MA) An-Nur Sawahan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, membawa produk Lumpia kreasinya, yang penjualannya meningkat saat Ramadan. (Dinda for Baca Malang) Perbesar

Dinda, Citra, Maulidatul, dan Windi, siswi kelas 3 Madrasah Aliyah (MA) An-Nur Sawahan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, membawa produk Lumpia kreasinya, yang penjualannya meningkat saat Ramadan. (Dinda for Baca Malang)

BACAMALANG.COM – Bulan Ramadan membawa berkah bagi banyak pelaku usaha kuliner, termasuk jajanan pasar. Permintaan yang meningkat membuat omzet penjualan ikut melonjak, seperti yang dirasakan oleh empat pelajar Madrasah Aliyah (MA) An-Nur Sawahan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Mereka adalah Dinda, Citra, Maulidatul, dan Windi, siswi kelas 3 yang sukses mengembangkan usaha kuliner lumpia pedas. Menariknya, usaha tersebut awalnya hanya berawal dari tugas sekolah, namun kini berkembang menjadi bisnis kecil yang menjanjikan.

“Kami senang penjualan meningkat saat Ramadan. Usaha ini berawal dari tugas sekolah untuk membuat produk kuliner yang bisa diperjualbelikan. Saat itu kami mencoba membuat lumpia pedas sebagai bagian dari penilaian. Ternyata responsnya sangat baik dan banyak yang tertarik membeli kembali,” ujar Dinda kepada Bacamalang.com.

Kegiatan berjualan ini tidak hanya memberi tambahan penghasilan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga dalam belajar berwirausaha. Para siswi tersebut belajar mengatur keuangan, bertanggung jawab, serta pandai membagi waktu antara sekolah dan usaha.

Biasanya mereka menyiapkan bahan maupun memproduksi pesanan setelah pulang sekolah atau saat akhir pekan. Motivasi utama mereka adalah belajar mandiri dan memiliki penghasilan sendiri. Selain itu, usaha ini juga membantu pembiayaan kebutuhan menjelang kelulusan sekolah.

Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama saat tugas sekolah menumpuk atau ketika menghadapi masa ujian. Selain itu, mereka juga harus menjaga konsistensi rasa dan kualitas produk agar pelanggan tetap puas.

Untuk memasarkan produknya, mereka memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp dan Instagram. Selama Ramadan, permintaan meningkat sehingga mereka menerapkan sistem pre order agar pesanan dapat dikelola dengan lebih teratur.

“Saat Ramadan kami lebih aktif promosi lewat media sosial karena permintaan meningkat, dan kami juga menggunakan sistem pre order agar pesanan lebih teratur,” tambah Dinda.

Ke depan, mereka berencana menambah variasi produk, memperbaiki kemasan, serta memperluas jangkauan pemasaran. Teknologi juga dimanfaatkan untuk mempermudah pemesanan dan pembayaran melalui transfer.

Para siswi ini juga memiliki pesan bagi anak muda lainnya agar tidak ragu memulai usaha sejak dini.

“Jangan merasa terlalu kecil untuk memulai sesuatu yang besar. Mulailah dengan niat baik dan usaha yang sungguh-sungguh,” ujarnya.

Untuk menjaga kualitas, mereka selalu memilih bahan yang segar dan menggunakan takaran yang tepat. Dalam menghadapi persaingan, mereka fokus menjaga cita rasa, kejujuran, serta pelayanan yang ramah kepada pelanggan.

Sebagian keuntungan dari usaha ini digunakan untuk menambah modal usaha, sementara sisanya ditabung sebagai bentuk latihan kemandirian dan tanggung jawab.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 494 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Koperasi SBW Malang Jadi Rujukan Internasional, ANGKASA Selangor Pelajari Sistem Tanggung Renteng

2 Juni 2026 - 22:24 WIB

Libur Panjang Dongkrak Wisata Batu, Selecta Diserbu 5.700 Pengunjung Sehari dan Okupansi Hotel Tembus 80 Persen

2 Juni 2026 - 19:32 WIB

BRI Region 13 Malang Catat Transaksi QRIS Tembus Rp2,05 Triliun, Pengguna BRImo Capai 3,3 Juta

31 Mei 2026 - 20:42 WIB

Buruh Rokok Malang di Persimpangan: Tertekan Cukai dan Rokok Ilegal, Bisakah Ekspor Jadi Penyelamat?

31 Mei 2026 - 09:17 WIB

BRI Region 13 Malang Perkuat Pertanian Modern Desa Genengan, KUR Pertanian Tembus Rp1,6 Triliun

30 Mei 2026 - 20:38 WIB

BRI Region 13 Malang Salurkan Bantuan CSR untuk Pengembangan Usaha KUBE Garda Pandawa di Kabupaten Malang

29 Mei 2026 - 14:49 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !