BACAMALANG.COM – Bulan Ramadan menjadi momentum untuk memperbanyak ibadah sekaligus menebar kepedulian kepada sesama, terutama kepada anak-anak yatim piatu.
Menjelang Idulfitri, Rumah Sedekah NU mengajak sebanyak 60 anak yatim dari berbagai daerah untuk berbelanja pakaian baru di Bandung Supermodel Store (BSM), Jalan Raya Sengkaling No.190, Dau, Kabupaten Malang.
Inisiator Rumah Sedekah NU, KH Noor Shodiq Askandar menjelaskan, kegiatan belanja bersama anak yatim tersebut memiliki tiga tujuan utama. Pertama, untuk membahagiakan anak-anak yatim agar tidak merasa minder saat merayakan Idulfitri bersama teman-temannya.
“Kalau yang lain pakai baju baru, mereka juga punya. Sarungnya baru, mereka juga pakai,” ujar Gus Shodiq, sapaan akrabnya.
Kedua, kegiatan ini juga menjadi sarana melatih anak-anak agar belajar bertanggung jawab dalam mengelola uang. Setiap anak mendapatkan uang belanja sebesar Rp250 ribu, sementara jika ada kekurangan biaya akan ditanggung oleh pemilik toko.
Ketiga, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan mimpi besar bagi anak-anak yatim agar kelak mampu menjadi pengusaha yang sukses dan bermanfaat bagi masyarakat.

Tim Rumah Sedakah NU saat memberikan arahan kepada para anak yatim. (yog)
Gus Shodiq juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam kegiatan sosial tersebut. Dalam kegiatan itu turut hadir sejumlah pengusaha, diantaranya owner Mi Kober serta H. Shofiyullah sebagai owner BSM. Adapula dari kalangan akademisi hingga pengurus organisasi.
“Beberapa pengusaha bahkan menitipkan donasi untuk disalurkan kepada anak-anak yatim. Tidak kalah pentingnya media yang selalu mendampingi saya. Saya ingin gerakan ini menjadi awal tumbuhnya kepedulian masyarakat. Al-Qur’an mengingatkan bahwa salah satu tanda orang yang mendustakan agama adalah tidak mau menyantuni anak yatim dan tidak mau memberi makan orang miskin,” tegasnya.
Ia menambahkan, Rumah Sedekah NU berkomitmen menjaga jumlah anak asuh sebanyak 60 orang setiap tahun. Anak-anak yang telah dewasa nantinya akan digantikan oleh anak-anak yang lebih kecil agar bantuan tetap tepat sasaran.
Gus Shodiq juga mengingatkan para pengusaha tentang pesan dalam Surat Az-Zariyat ayat 19 yang menyebutkan bahwa dalam setiap harta terdapat hak orang lain. “Hak orang lain itu sebaiknya segera kita tunaikan, sebelum kita dipanggil oleh Allah,” ujarnya.

H. Shofiyullah, owner BSM yang beralamat di Jalan Raya Sengkaling no. 190, Dau, Kabupaten Malang. (yog)
Sementara itu, owner BSM, H. Shofiyullah, menyambut hangat kehadiran anak-anak yatim di tokonya. Ia menegaskan bahwa seorang pengusaha harus memiliki kepedulian sosial dan gemar bersedekah, tidak hanya di bulan Ramadan.
“Yang penting adik-adik ini merasa senang. Kami juga siap membimbing mereka. Jika ada yang bercita-cita menjadi pengusaha, kami akan mendampingi agar mereka bisa mandiri dan bermanfaat bagi umat,” katanya.
Shofiyullah menambahkan, selama tiga tahun terakhir BSM telah mendukung berbagai kegiatan yang digagas oleh Rumah Sedekah NU. Menurutnya, membantu anak yatim bukan sekadar kegiatan musiman saat Ramadan, tetapi merupakan tanggung jawab sosial yang perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Kadang mereka sudah lulus kuliah, tetapi belum tahu harus bekerja apa. Karena itu, penting bagi kita untuk mendampingi mereka agar bisa mandiri dan mencukupi kebutuhannya sendiri,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti kolaborasi antara pengusaha, akademisi, organisasi, dan masyarakat dalam menebar kepedulian. Rumah Sedekah NU berharap gerakan ini dapat terus berlanjut, sehingga mampu melahirkan generasi anak yatim yang bahagia, mandiri, dan kelak bermanfaat bagi umat.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































