BACAMALANG.COM-Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB) resmi menjalin kerja sama dengan Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Kerja sama ini untuk menginisiasi program Desa Binaan FKG UB yang dilaksanakan pada akhir bulan pada Februari 2026 lalu.
Kegiatan ini merupakan wujud Rencana Induk Penelitian (RIP) dari program Rektor 6 Payung Pengabdian. Fokus Bidang Unggulan yang dilakukan adalah Sosial Dasar yang meliputi penguatan layanan pendidikan, layanan kesehatan, norma budaya masyarakat, serta pengembangan IT bagi masyarakat. Kerjsama ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi dan pengembangan wilayah antara perguruan tinggi dan pemerintah wilayah dalam upaya peningkatan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat serta memperbanyak pembentukan Desa Binaan Unggulan UB.
Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung dalam suasana hangat dan penuh komitmen kolaboratif, dengan fokus pada pendampingan berkelanjutan di wilayah desa binaan, meliputi screening untuk memetakan kesehatan gigi dan mulut, edukasi kesehatan gigi dan mulut, pelayanan preventif dan kuratif, serta tindakan dan evaluasi di Wilayah Kecamatan Kedungkandang Kecamatan Cemorokandang.
Program ini juga akan melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi. Dekan FKG UB, Dr. drg. Yuanita Lely Rachmawati, M.Kes menyampaikan, melalui program Desa Binaan, FKG UB berkomitmen menghadirkan intervensi yang terukur dan berkelanjutan.

Dekan FKG UB, Dr. drg. Yuanita Lely Rachmawati, M.Kes dan Camat Kedungkandang Kota Malang, Drs. Fahmi Fauzan AZ, M.Si usai penandatanganan nota kesepahaman Program Desa Binaan Berkelanjutan yang dilaksanakan pada akhir bulan Februari 2026 lalu. (ist)
“Program Desa Binaan ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan tetapi juga mencakup penelitian berbasis komunitas. Tujuannya untuk memetakan permasalahan kesehatan gigi dan mulut masyarakat secara komprehensif. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar penyusunan program yang lebih tepat sasaran dan berdampak jangka panjang,” tuturnya belum lama ini.
Sementara dari perwakilan Kecamatan Kedungkandang menyambut baik kolaborasi ini dan berharap, kerja sama ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Dekan juga menegaskan, bahwa dukungan pemerintah kecamatan menjadi faktor penting dalam memastikan keberlangsungan program serta partisipasi aktif warga desa binaan.
“Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat. Kami yakin, bahwa dengan semangat gotong royong dan pengabdian, FKG UB dan Kecamatan Kedungkandang optimistis program Desa Binaan akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah dan mewujudkan Indonesia bebas Karies 2030,” pungkasnya.
Pewarta/Editor : Nedi Putra AW




















































