BACAMALANG.COM – Apresiasi ditujukan kepada Pemerintah Kota Batu atas capaian investasi tahun 2025 yang melonjak drastis, melampaui target Rp1,2 triliun menjadi Rp2,4 triliun. Lonjakan hingga 200 persen ini didorong oleh perbaikan iklim usaha, percepatan perizinan digital, serta tingginya kepercayaan investor, khususnya di sektor pariwisata. Pencapaian tersebut semakin memperkuat posisi Kota Batu sebagai salah satu destinasi investasi utama di Jawa Timur.
“Perbaikan iklim usaha, percepatan perizinan digital, dan tingginya kepercayaan investor di sektor pariwisata membuat realisasi investasi di Kota Batu melampaui target. Mulai dari pembangunan hotel bintang lima, restoran, kafe, vila eksklusif, hingga berbagai wahana wisata buatan lainnya,” ungkap Suwito, S.H., M.H., praktisi hukum di Kota Batu.
Menurutnya, capaian ini juga tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kota Batu, baik eksekutif maupun legislatif, yang berkolaborasi dalam mendorong kemudahan investasi.
“Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang merupakan putra daerah, bersama legislatif, terus mendorong investasi dengan mempermudah proses perizinan. Namun, setiap investor tetap wajib taat pada regulasi yang berlaku,” tegasnya.
Suwito menambahkan, faktor utama yang mendorong antusiasme investor masuk ke Kota Batu sebagai kota wisata adalah penyederhanaan birokrasi, transparansi, serta digitalisasi layanan perizinan.
“Dengan pemerintah yang terbuka dan transparan, investor pariwisata diharapkan dapat semakin mewarnai Kota Wisata Batu agar semakin berkembang,” lanjutnya.
Ia pun mengajak para investor untuk berkontribusi dalam pembangunan Kota Batu dengan ide-ide kreatif yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
“Silakan investor pariwisata menyampaikan ide-ide terbaiknya untuk membuat Kota Batu semakin berwarna. Yang terpenting, harus bermanfaat bagi masyarakat dan tetap berkomitmen menjaga ekologi,” tutup Ketua Kemitraan Strategis Peradi Malang Raya tersebut.
Pewarta/Editor: Hadi Triswanto




















































