BACAMALANG.COM – Ratusan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah Kesehatan (AUMKes) se-Kota Malang mengikuti Baitul Arqam pada Kamis–Jumat, 23–24 April 2026, di Gedung BBGTK Jawa Timur. Kegiatan ini digagas Rumah Sakit Islam (RSI) Aisyiyah Malang bersama Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPKSDI PDM) Kota Malang.
Baitul Arqam menjadi sistem pembinaan dan perkaderan intensif Muhammadiyah yang fokus pada penguatan ideologi keislaman, kepemimpinan, dan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK). Program ini dinilai krusial untuk menjaga ideologi, loyalitas, dan profesionalisme karyawan di tengah era disrupsi serta perkembangan teknologi yang cepat.
Tema yang diangkat adalah “Meneguhkan Komitmen Bermuhammadiyah menuju Civitas Hospitalia yang Unggul dan Berkemajuan.” Melalui kegiatan ini, AUMKes Kota Malang menargetkan lahirnya civitas hospitalia yang tidak hanya profesional, tetapi juga berakhlak mulia, berjiwa dakwah, dan kokoh dalam komitmen persyarikatan.
PDM Kota Malang membuka langsung kegiatan sebagai bentuk dukungan penuh. Ketua panitia, Jemi Anggara, M.Pd.I, menekankan bahwa pengkaderan ini mengubah cara pandang karyawan terhadap pekerjaan.
“Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa bekerja di AUM bukan sekadar aktivitas profesional, tetapi juga bagian dari ibadah dan ladang dakwah Muhammadiyah,” kata Jemi.
Selama dua hari, peserta menerima materi dari sejumlah pakar. Prof. Dr. Khozin, M.Si. mengisi penguatan ideologi. Dr. dr. Thontowi Djauhari, M.Kes. menguraikan wawasan Risalah Islam Berkemajuan di AUMKes. Prof. Dr. Ahsan, M.Kep. menjelaskan kesalehan dan profesionalisme kader Muhammadiyah. Dr. Suyoto, M.Si. menyampaikan materi membumikan teologi Al-Ma’un.
Penguatan loyalitas ideologis karyawan AUMKes sebagai pilar dakwah Muhammadiyah juga menjadi materi penting. Agar tidak monoton, panitia menyisipkan outbound ceria yang dipandu instruktur internal RSI Aisyiyah Malang.
Rangkaian Baitul Arqam ditutup oleh dr. Rini Krisnawati, M.Kes., dengan materi peran sumber daya insani dalam pelayanan kesehatan era digital. Menurutnya, adaptasi teknologi harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai persyarikatan agar layanan kesehatan tetap unggul dan berkarakter.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































