BACAMALANG.COM – Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, langsung menunjukkan langkah tegas setelah resmi menjabat pada 17 April 2026. Dalam waktu singkat, ia menyiapkan sejumlah gebrakan, mulai dari pembenahan internal melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga komitmen kuat memberantas penyelundupan ponsel ilegal dan narkoba di dalam lapas.
Christo menegaskan akan segera menggencarkan program bertajuk “Bulan Membangun SDM” bagi seluruh petugas Lapas Malang. Program ini dijadwalkan dimulai pada 1 Mei 2026 dan berlangsung selama tiga bulan, dengan fokus pada peningkatan kapasitas serta penguatan kompetensi petugas.
“Dari yang pengetahuan mereka sekarang segini, ke depan harus lebih memahami SOP dan pelaksanaannya. Ini dimulai dari hal paling mendasar, yaitu cara berpikir,” terang Christo, Kamis (23/4/2026).
Program tersebut mencakup pemahaman teknis standar operasional prosedur (SOP), mulai dari aspek pengamanan, pemeriksaan, hingga pembinaan warga binaan. Menurutnya, perubahan pola pikir menjadi fondasi penting agar setiap petugas mampu menjalankan tugas secara profesional dan adaptif.
Ia mengakui masih ada petugas yang belum sepenuhnya siap menghadapi dinamika dan tekanan kerja di lingkungan pemasyarakatan. Karena itu, pembekalan dasar dinilai menjadi kunci dalam membentuk SDM yang tangguh dan berintegritas.
Lebih lanjut, Christo menekankan bahwa inti dari sistem pemasyarakatan adalah pembinaan. Dengan SDM yang semakin kompeten, ia optimistis kualitas pembinaan terhadap warga binaan—baik dari sisi kepribadian maupun keagamaan—akan meningkat.
“Kalau petugas sudah benar-benar paham bahwa misi tugasnya adalah pembinaan, mereka pasti akan melakukannya dengan lebih baik,” ujarnya.
Selain fokus pada penguatan internal, Christo juga menegaskan komitmennya dalam memberantas penyelundupan alat komunikasi ilegal dan narkotika di dalam lapas. Ia memastikan sistem pengawasan akan diperketat secara menyeluruh.
“Ke depan akan ada perubahan dalam mekanisme kunjungan. Semua harus melalui pos pemeriksaan untuk memastikan pengawasan berjalan maksimal,” tegasnya.
Pengetatan tersebut juga akan dibarengi dengan peningkatan disiplin petugas di lapangan guna menutup celah pelanggaran.
Christo pun menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap segala bentuk penyimpangan, baik yang dilakukan oleh warga binaan maupun petugas.
“Saya akan menindak tegas segala bentuk penyimpangan di Lapas,” pungkasnya.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































