Dari Glintung untuk Indonesia, Jejak Hijau Bambang Irianto Membangun Kampung Berkelanjutan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 1 Mei 2026 10:11 WIB ·

Dari Glintung untuk Indonesia, Jejak Hijau Bambang Irianto Membangun Kampung Berkelanjutan


 Bambang Irianto di kebun Rumah Prestasi 3G di Jalan Karya Timur, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing Kota Malang. (Nedi Putra AW) Perbesar

Bambang Irianto di kebun Rumah Prestasi 3G di Jalan Karya Timur, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing Kota Malang. (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM — Berbicara tentang gerakan penghijauan di Kota Malang, nama Bambang Irianto menjadi sosok yang sulit dilepaskan. Melalui inisiatif kampung tematik Glintung Go Green (3G), ia mengajak warga merasakan langsung manfaat lingkungan yang lebih sejuk, sehat, hingga mampu menghasilkan sumber pangan mandiri dari pekarangan.

Seiring waktu, Glintung Go Green tidak hanya dikenal sebagai kampung hijau, tetapi juga berkembang menjadi pusat edukasi berbasis masyarakat. Beragam kalangan, mulai dari pelajar hingga pejabat daerah, datang untuk belajar langsung tentang pengelolaan lingkungan yang partisipatif dan berkelanjutan.

Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya ini juga aktif membina berbagai kampung. Ia menjalin kolaborasi dengan akademisi, salah satunya Prof. M. Bisri, Guru Besar Teknik Pengairan sekaligus mantan rektor Universitas Brawijaya dalam mengembangkan konsep menabung air melalui sumur resapan. Konsistensinya dalam gerakan lingkungan mengantarkan dia meraih Penghargaan Kalpataru kategori Pembina Lingkungan dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2018.

Tak berhenti di sana, Bambang juga mengembangkan Rumah Prestasi 3G di Jalan Karya Timur, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, sebagai pusat pembelajaran konservasi air, lingkungan, hingga teknologi. Dari tempat inilah berbagai gagasan lahir—bukan sekadar soal menanam, tetapi membangun sistem.

Menurut Bambang, keberhasilan sebuah kampung tidak hanya ditentukan oleh semangat warganya, tetapi juga oleh kepemimpinan dan sistem yang kuat.

“Saat menjabat sebagai Ketua RW 23 selama dua periode, saya menanamkan pola kerja kolektif yang kemudian mampu mengangkat Glintung hingga dikenal di tingkat internasional dalam kurun waktu enam tahun,” ungkapnya kepada BacaMalang.com belum lama ini.

Fokus utamanya adalah mengubah pola pikir atau mindset masyarakat terhadap penting lingkungan bersih dan sehat dengan merujuk pada bait lagu Indonesia Raya, “bangunlah jiwanya, bangunlah badannya”.

Namun, ia menyadari bahwa keberlanjutan tidak bisa bergantung pada satu figur. Karena itu, dibentuklah kelembagaan berbadan hukum, seperti Koperasi Glintung Go Green. Melalui koperasi ini, berbagai kebutuhan warga—mulai dari penguatan UMKM hingga kesejahteraan ekonomi—dikelola secara terintegrasi. Bahkan, perputaran ekonomi koperasi pada 2025 disebut telah mencapai Rp1,3 miliar, sekaligus menjadi alternatif solusi untuk mengurangi ketergantungan warga pada rentenir.

Konsistensi Bambang Irianto dalam gerakan lingkungan mengantarkannya meraih Penghargaan Kalpataru kategori Pembina Lingkungan dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2018, serta berbagai penghargaan lainnya. (Nedi Putra AW)

“Yang direplikasi itu bukan sekadar teknis menanam atau membuat kompos, tetapi sistemnya, bagaimana strategi dibangun, bagaimana kerja sama dilakukan, hingga bagaimana memanfaatkan perkembangan seperti digital marketing dan teknologi,” ujar penerima Penghargaan Inovator dari Guangzhou International Award for Urban Innovation pada tahun 2016 ini.

Gagasan tersebut juga ia dorong untuk diterapkan secara lebih luas. Bambang menilai, pembangunan kampung tematik membutuhkan sinergi lintas sektor dan tidak bisa dilakukan secara instan. Ia mencontohkan pengalaman saat Wali Kota Tangerang mengunjungi Glintung pada 2017. Dari kunjungan tersebut, lahir konsep pengembangan kampung tematik yang disesuaikan dengan kebijakan daerah setempat.

Hasilnya, berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di Tangerang terlibat aktif sesuai tugas dan fungsinya. Program kampung tematik pun berkembang pesat dan terintegrasi, tidak hanya di bidang lingkungan, tetapi juga melibatkan sektor lain seperti ketertiban, komunikasi, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Dari total lebih dari seribu RW, sekitar limaratusan di antaranya berhasil dikembangkan menjadi kampung tematik,” ungkapnya.

Bahkan, imbuh Bambang, bagi tamu dari kawasan Indonesia bagian barat seperi Lampung dan Palembang tidak perlu belajar ke Glintung, cukup ke Tangerang saja yang lebih dekat secara geografis.

“Itulah implementasi dari replikasi sebuah konsep,” tegas peraih Top Executive Award dari Yayasan Anugerah Prestasi Indonesia ini.

Di Kota Malang sendiri, salah satu kampung binaannya, yakni Kampung Semar yang berlokasi di Jalan Teluk Pelabuhan Ratu RT 06 RW 02, Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, berkembang menjadi kawasan pertanian urban berbasis masyarakat dengan memanfaatkan lahan kosong seluas kurang lebih dua hektare.

Bagi Bambang, kunci utama dari keberhasilan tersebut adalah menghilangkan ego sektoral.
“Pembangunan kampung harus dilakukan secara holistik, melibatkan berbagai pihak dalam satu visi yang sama,” tandasnya.

Dari sudut kecil di Glintung, sebuah gagasan sederhana tentang penghijauan kini telah menjelma menjadi model pembangunan berbasis komunitas. Sebuah bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari lingkungan terkecil, asal dikelola dengan sistem yang tepat dan semangat kolaborasi yang kuat.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Belajar Siaga Sejak Dini, MOSIPENA BPBD Jatim Sambangi MI di Singosari

1 Mei 2026 - 08:12 WIB

PPP Kabupaten Malang Benahi Struktur, Bidik Kursi DPRD Pemilu Mendatang

30 April 2026 - 21:56 WIB

BEM Unira Malang: Rekonsiliasi Politik Tak Hapus Dugaan Maladministrasi Pemkab

30 April 2026 - 21:38 WIB

Modus Pesan Minuman, Pria Paruh Baya Gasak Tiga HP Pegawai Warung di Blimbing

30 April 2026 - 18:08 WIB

Museum Satwa Jatim Park 2, Jelajahi Dunia Satwa Tanpa Harus Meninggalkan Indonesia

30 April 2026 - 18:01 WIB

Diduga Hendak Mencuri, Dua OTK Masuk Rumah Warga Candirenggo Singosari Beralasan Pindah WiFi

30 April 2026 - 17:13 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !