BACAMALANG.COM – Aksi pencurian burung jenis Lovebird meresahkan warga Dusun Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah warga mengaku kehilangan burung peliharaan mereka.
Keresahan itu mencuat setelah akun Nov mengunggah peringatan di grup Facebook Arek Kepanjen (AK).
“Kedungpedaringan darurat maling Lovebird. Ati-ati seng due ingon-ingon manuk wong. Mosok omah pinggir embong gede sek iso-isone kecolongan,” tulisnya.
Unggahan tersebut langsung mendapat banyak respons dari warga lain yang mengaku mengalami kejadian serupa.
Akun Erni KF menyebut pencurian juga terjadi di wilayah Gunung Kawi.
“Gunung Kawi sedino wingi tek uwong 2 omah yo ilang mbak, usume wong butuh uang (BU) palingan,” komentarnya.
Tak hanya burung, warga juga melaporkan kasus pencurian kendaraan bermotor. Akun Pricilia Meta mengungkapkan sepeda motor milik warga hilang saat ditinggal pemiliknya memupuk sawah.
“Yo sepeda barang maeng isuk ae nggene wong Kedungpedaringan lenyap ditinggal wonge ngemes sawah,” tulisnya.
Sementara itu, akun Surya Wijaya menambahkan bahwa sebelumnya burung Perkutut milik warga di kawasan Barat dusun juga raib.
“Tuman ancene, wingenane nde kulon e kunu Kutut ilang,” tulis Surya.
Akun lain, Vespa Remek, mengaku sudah beberapa kali kehilangan burung meski rumahnya berada di pinggir jalan besar.
“Lek pinggir embong di ati-ati dewe mas, aku yo gak pisan pindo kelangan manuk,” ujarnya.
Ia juga mengaku sempat melihat seseorang membawa Lovebird tanpa kurungan.
“Maeng eroh gowo labet dicekel ganok kurungane manuk,” tambahnya.
Maraknya aksi pencurian ini membuat warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat malam hari atau ketika rumah kosong. Pemilik burung maupun kendaraan disarankan menambah pengamanan seperti kunci ganda, penerangan, hingga pemasangan CCTV.
Warga juga diimbau mengaktifkan ronda lingkungan serta segera melapor kepada ketua RT/RW maupun Polsek Kepanjen apabila menemukan aktivitas mencurigakan agar pelaku dapat segera ditindak.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































