Libur Panjang Dongkrak Wisata Batu, Selecta Diserbu 5.700 Pengunjung Sehari dan Okupansi Hotel Tembus 80 Persen - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 2 Jun 2026 19:32 WIB ·

Libur Panjang Dongkrak Wisata Batu, Selecta Diserbu 5.700 Pengunjung Sehari dan Okupansi Hotel Tembus 80 Persen


 Dirut Taman Rekreasi Selecta, H. Sujud Hariadi bersama Direktur, Drs. Pramono saat tengah diwawancarai awak media. (Yan) Perbesar

Dirut Taman Rekreasi Selecta, H. Sujud Hariadi bersama Direktur, Drs. Pramono saat tengah diwawancarai awak media. (Yan)

BACAMALANG.COM – Momentum libur panjang akhir Mei 2026 menjadi berkah bagi sektor pariwisata Kota Batu. Taman Rekreasi Selecta mencatat lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan, dengan puncak kunjungan mencapai 5.700 orang dalam satu hari. Di saat yang sama, tingkat hunian hotel di Kota Batu juga menembus angka lebih dari 80 persen.

Ribuan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara, memadati kawasan wisata legendaris tersebut selama rangkaian libur panjang yang bertepatan dengan Hari Raya Waisak, Hari Lahir Pancasila, dan akhir pekan panjang.

Direktur Taman Rekreasi Selecta, Drs. Pramono, mengatakan sejak Rabu (27/5/2026) kawasan wisata itu sudah dipadati kendaraan berpelat luar kota. Kepadatan terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada Minggu.

“Rabu 2.000 orang, Kamis 2.000 orang, Jumat 1.000 orang. Tapi puncaknya Minggu kemarin mencapai 5.700 pengunjung,” ujar Pramono kepada awak media, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, peningkatan jumlah wisatawan tidak terjadi begitu saja. Berbagai inovasi yang dilakukan manajemen, seperti menghadirkan wahana Dino Ranch, kolam renang tematik, hingga pertunjukan dinosaurus kostum, menjadi daya tarik baru bagi pengunjung.

“Ini memang bagian dari strategi kami untuk menarik minat wisatawan. Kami menambah fasilitas agar pengunjung tidak hanya menikmati taman bunga, tetapi juga mendapatkan pengalaman baru yang berkesan,” katanya.

Selain pengembangan wahana, promosi digital melalui media sosial dinilai berperan besar dalam meningkatkan popularitas Selecta. Berbagai konten atraksi dinosaurus dan panorama taman bunga yang viral di media sosial berhasil menjangkau calon wisatawan dari luar Jawa Timur.

“Promosi melalui media sosial membuat Selecta kembali viral. Wisatawan menjadi penasaran dan akhirnya datang langsung ke sini,” tambahnya.

Dengan udara sejuk khas pegunungan dan perpaduan antara nuansa nostalgia serta inovasi wisata modern, Selecta dinilai tetap mampu mempertahankan daya tariknya di tengah ketatnya persaingan industri pariwisata Kota Batu.

“Perpaduan nostalgia dan inovasi baru ini membuat Selecta tetap relevan dan menjadi pilihan utama wisata keluarga,” pungkas Pramono.

Sementara itu, Direktur Utama Taman Rekreasi Selecta sekaligus Ketua PHRI Kota Batu, H. Sujud Hariadi, S.E., mengungkapkan bahwa peningkatan kunjungan wisata juga berdampak langsung terhadap sektor perhotelan.

Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, tingkat okupansi hotel selama long weekend pada 30–31 Mei 2026 mencapai lebih dari 80 persen.

“Alhamdulillah ada kenaikan yang cukup terasa. Pada momen long weekend 30 hingga 31 Mei kemarin, tingkat okupansi hotel rata-rata mencapai lebih dari 80 persen. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan libur sebelumnya,” ujarnya.

Sebagai perbandingan, tingkat hunian hotel saat libur Hari Raya Iduladha sebelumnya masih berada di kisaran 60 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rangkaian libur panjang akhir Mei memberikan dampak yang jauh lebih besar terhadap kunjungan wisatawan ke Kota Batu.

Meski demikian, Sujud mengakui sektor pariwisata dan perhotelan masih menghadapi tantangan akibat daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Menurutnya, ketidakstabilan geopolitik global turut memengaruhi perekonomian nasional, termasuk menurunnya belanja pemerintah dalam dua tahun terakhir yang berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat.

“Ketika daya beli menurun, keinginan dan kemampuan masyarakat untuk berwisata juga ikut berkurang. Karena itu, lonjakan kunjungan saat libur panjang menjadi penyeimbang yang sangat kami butuhkan,” jelasnya.

Untuk menjaga keberlangsungan sektor pariwisata, PHRI Kota Batu terus memperkuat strategi promosi dan pemasaran. Selain menyasar wisatawan umum, pelaku industri kini lebih agresif membidik pasar korporasi dan bisnis melalui kegiatan sales call, pameran pariwisata, hingga pertemuan bisnis.

“Kami terus menggencarkan promosi ke berbagai sektor dan memperkuat pasar business to business (B to B), sehingga kunjungan tetap terjaga meskipun bukan musim liburan,” tandas Sujud Hariadi.

Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

BRI Region 13 Malang Catat Transaksi QRIS Tembus Rp2,05 Triliun, Pengguna BRImo Capai 3,3 Juta

31 Mei 2026 - 20:42 WIB

Buruh Rokok Malang di Persimpangan: Tertekan Cukai dan Rokok Ilegal, Bisakah Ekspor Jadi Penyelamat?

31 Mei 2026 - 09:17 WIB

BRI Region 13 Malang Perkuat Pertanian Modern Desa Genengan, KUR Pertanian Tembus Rp1,6 Triliun

30 Mei 2026 - 20:38 WIB

BRI Region 13 Malang Salurkan Bantuan CSR untuk Pengembangan Usaha KUBE Garda Pandawa di Kabupaten Malang

29 Mei 2026 - 14:49 WIB

Sektor Rumah Tangga Masih Dominasi Penyaluran Kredit di Wilayah Kerja OJK Malang

26 Mei 2026 - 20:57 WIB

Maknai Idul Adha 2026, BRI Region 13 Malang Salurkan 82 Sapi dan 630 Kambing untuk Masyarakat

26 Mei 2026 - 10:44 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !