BACAMALANG.COM – Seorang remaja disabilitas bernama Vinsensius Rivaldo Rambi Putra Alma atau akrab disapa Aldo (18) dilaporkan hilang dari Panti Asuhan Bhakti Luhur, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, sejak Sabtu (30/5/2026).
Aldo memiliki riwayat penyakit jantung dan harus mengonsumsi obat secara rutin tiga kali sehari. Ia merupakan kelahiran Desa Weekombaka, Kecamatan Wejewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Sejak usia lima tahun, Aldo tinggal di Malang untuk menjalani perawatan kesehatan dan mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
Menurut keterangan keluarga, Aldo keluar dari panti sekitar pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB saat gerbang panti tidak terkunci. Sejak saat itu, keberadaannya belum diketahui.
Venantius, ayah asuh yang merawat Aldo sejak bayi, mengaku sangat khawatir karena putranya belum mengonsumsi obat jantung selama lebih dari lima hari.
> “Aldo sudah seperti anak kandung saya sendiri. Semoga dengan adanya pemberitaan ini, Aldo bisa segera ditemukan,” ujar Venantius kepada Bacamalang, Kamis (4/6/2026).
Venantius menjelaskan, Aldo dikenal sebagai pribadi yang pemalu dan tidak terbiasa meminta makanan kepada orang yang tidak dikenalnya. Karena itu, ia berharap masyarakat yang melihat Aldo bersedia memberikan bantuan makanan, meskipun Aldo tidak memintanya.
Secara fisik, Aldo berjalan pincang akibat riwayat stroke dan penyakit jantung. Saat berjalan, kaki kanannya tampak diseret. Ia memiliki rambut ikal pendek, mampu berbicara dengan lancar, dan dapat berkomunikasi dengan baik.
Pihak panti asuhan telah melaporkan peristiwa hilangnya Aldo ke kepolisian pada Senin (1/6/2026). Venantius bersama para pengasuh lainnya juga telah melakukan pencarian selama beberapa hari dengan menyusuri berbagai sudut Kota Malang, mulai pagi hingga malam hari. Namun hingga kini, keberadaan Aldo masih belum ditemukan.
Keluarga dan pihak panti berharap Aldo segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat. Masyarakat yang melihat atau memiliki informasi terkait keberadaan Aldo diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi pihak Panti Asuhan Bhakti Luhur.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































