Bocil Gondanglegi Jadi Korban Jambret Kalung di Wisata Lembah Astri Turen - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 4 Jun 2026 09:23 WIB ·

Bocil Gondanglegi Jadi Korban Jambret Kalung di Wisata Lembah Astri Turen


 Ilustrasi peristiwa penjambretan dengan korban bocil perempuan. (AI Gemini) Perbesar

Ilustrasi peristiwa penjambretan dengan korban bocil perempuan. (AI Gemini)

BACAMALANG.COM – Peristiwa penjambretan kalung emas 10 gram menimpa seorang bocah cilik (bocil) perempuan, SE (5), warga Desa Urek-urek, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, saat berenang di Wisata Lembah Asri, Desa Kedok, Kecamatan Turen, Selasa sore (2/6/2026). Pasca kejadian tersebut, korban mengalami trauma berat dan keluarga mengalami kerugian puluhan juta.

Ayah korban, H. Zainuddin, menjelaskan kejadian berlangsung ketika ia sedang berganti pakaian di kamar mandi. Saat itu, anaknya menunggu di gazebo dekat kolam. Ia menyebut kalung anaknya dijambret orang tak dikenal ketika ditinggal sebentar.

Usai kejadian, SE ditemukan menangis ketakutan. Zainuddin berusaha mencari pelaku bersama pihak pengelola wisata, namun tidak membuahkan hasil. Hanya potongan bandul kalung yang ditemukan di lokasi. Dari tiga bandul, satu jatuh di tempat, sedangkan dua lainnya beserta kalung dibawa pelaku.

Zainuddin menaksir kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Namun ia lebih menyoroti dampak psikologis yang dialami anaknya. Hal ini karena ia mengalami trauma berat, merasa takut, tidurnya mengigau, serta tidak mau berenang lagi.

Keesokan harinya, Rabu (3/6/2026), Zainuddin melaporkan kasus tersebut ke Polsek Turen. Ia mengaku menunda laporan karena anaknya masih ketakutan, rewel, menangis, dan mengigau saat tidur sehingga baru bisa membuat laporan keesokan harinya.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kuasa Hukum AS Siapkan Laporan Dugaan Keterangan Palsu, Sebut Kliennya Dikambinghitamkan dalam Kasus Pasar Among Tani

4 Juni 2026 - 09:38 WIB

Sosialisasikan Zona Integritas dan Pengendalian Gratifikasi, Fakultas STeM UB Menuju WBK

4 Juni 2026 - 07:40 WIB

Menulis Dengan Hati, Salah Satu Jurus Dukut Imam Widodo Kepada Peserta Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Tahun 2026

4 Juni 2026 - 07:06 WIB

Dispussipda Kota Malang Gelar Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Tahun 2026, Hasil Karya 60 Peserta Ditargetkan Terbit Sebagai Buku Antologi

4 Juni 2026 - 05:40 WIB

AKP Kevin Ibrahim Tinggalkan Polres Batu dengan Segudang Kenangan, Puji Kekompakan dan Jiwa Kekeluargaan Anggota

3 Juni 2026 - 21:13 WIB

Dugaan Pungli Berkedok Infak di MTsN 4 Malang, Agus Subiyantoro Desak Ortu Tempuh Jalur Hukum

3 Juni 2026 - 18:33 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !