BACAMALANG.COM – Berbagai persoalan kerap dihadapi mahasiswa, mulai dari kendala akademik, manajemen waktu, tekanan tugas, minimnya komunikasi, kebingungan menentukan arah karier, hingga konflik dalam organisasi. Kondisi tersebut menuntut mahasiswa memiliki kemampuan berpikir kritis dan keterampilan problem solving agar mampu menghadapi tantangan secara bijak.
Kemampuan tersebut dinilai penting agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori di ruang kuliah, tetapi juga mampu menyelesaikan persoalan nyata. Dengan demikian, mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang adaptif, bermental tangguh, serta siap menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Berangkat dari semangat tersebut, Ayaskara Foundation bersama DPK GMNI Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Qolam Malang menggelar diskusi bertajuk “Problem Solving Mahasiswa: Membangun Pola Pikir Solutif dalam Menghadapi Tantangan Zaman” di Gondanglegi, belum lama ini.
Kegiatan tersebut diikuti puluhan mahasiswa Universitas Al-Qolam Malang dari berbagai program studi. Sejak sesi pembukaan, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif mengikuti diskusi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan kampus.
Materi utama disampaikan oleh M. Farhan, S.Pd., Mahasiswa Terbaik Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Al-Qolam Malang Tahun 2024. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa setiap persoalan harus dipandang sebagai peluang untuk mengembangkan kualitas diri.
“Mahasiswa dituntut tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Diskusi semakin dinamis ketika Syaifudin Zuhri, S.Pd. dan Abdul Alam Al-Khoiri, S.Pd. dari Ayaskara Foundation membagikan pengalaman serta pendekatan praktis dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Menurut mereka, mahasiswa perlu membangun mental yang tangguh, kemampuan komunikasi yang efektif, serta jejaring sosial yang positif. Berbagai persoalan yang dihadapi mahasiswa, lanjutnya, sebenarnya dapat diminimalkan melalui pengelolaan diri yang baik, penyusunan skala prioritas, serta keberanian berdiskusi dengan pihak yang lebih berpengalaman.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



























































