BACAMALANG.COM – Upaya menekan penyebaran Tuberkulosis (TBC) terus dilakukan di Kabupaten Malang. Puskesmas Poncokusumo bersama Stop TB Partnership Indonesia (STPI) menggelar kegiatan Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus aktif TBC dengan menyasar kelompok masyarakat berisiko tinggi.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, baru-baru ini, diikuti sebanyak 180 warga dari 17 desa. Melalui pemeriksaan kesehatan dan foto rontgen dada (X-ray), petugas berhasil mengidentifikasi 10 warga dengan hasil sugestif TBC.
Kepala Puskesmas Poncokusumo, dr. Wiwit Wijayati, menjelaskan bahwa status sugestif diberikan karena hasil rontgen menunjukkan gambaran yang mengarah pada infeksi TBC. Selanjutnya, seluruh peserta yang masuk kategori tersebut akan menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) atau uji dahak untuk memastikan diagnosis.
“Terhadap 10 warga yang berstatus sugestif ini, kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan berupa Tes Cepat Molekuler (TCM) atau uji dahak,” ujar dr. Wiwit.
Selain itu, sebanyak 14 warga yang merupakan kontak serumah pasien TBC positif juga diwajibkan mengikuti Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Saat ini, Puskesmas Poncokusumo tercatat masih menangani 24 pasien TBC.
Program ACF merupakan strategi jemput bola dalam mendeteksi kasus TBC sedini mungkin sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan rantai penularan bisa ditekan. Sasaran kegiatan ini bukan masyarakat umum secara acak, melainkan kelompok rentan yang telah didata dan diundang, seperti kontak erat pasien TBC, penyandang Diabetes Melitus, Orang dengan HIV (ODHIV), warga yang memiliki gejala TBC, serta balita dengan gizi buruk atau malnutrisi.
Distrik Koordinator FCSDS Kabupaten Malang, Bobi Villa Suprianto, mengatakan rangkaian pemeriksaan tidak hanya meliputi foto rontgen dada, tetapi juga pemeriksaan kesehatan dasar seperti pengukuran tekanan darah dan antropometri, meliputi tinggi badan serta lingkar tubuh.
Meski proses rekapitulasi data akhir masih dilakukan oleh kader kesehatan dan petugas medis, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan penemuan kasus secara dini sekaligus menekan angka penularan TBC di Kabupaten Malang. Warga yang nantinya terkonfirmasi positif akan segera dirujuk untuk mendapatkan pengobatan sesuai standar yang berlaku.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































