Semester I 2026, BPBD Kabupaten Malang Tangani 232 Kejadian Bencana, Longsor Paling Dominan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 4 Jul 2026 10:55 WIB ·

Semester I 2026, BPBD Kabupaten Malang Tangani 232 Kejadian Bencana, Longsor Paling Dominan


 Salah satu bencana longsor di Kabupaten Malang.(Dok BPBD Kabupaten Malang) Perbesar

Salah satu bencana longsor di Kabupaten Malang.(Dok BPBD Kabupaten Malang)

BACAMALANG.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat sebanyak 232 kejadian bencana dan nonbencana sepanjang semester pertama tahun 2026, mulai 1 Januari hingga 30 Juni 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, S.Sos., M.Si., menjelaskan, jumlah tersebut meliputi 124 kejadian bencana alam, 6 bencana nonalam, 28 kejadian pohon tumbang, serta 74 aktivitas gempa bumi yang tidak menimbulkan dampak di wilayah Kabupaten Malang.

“Data ini merupakan hasil verifikasi lapangan dan laporan yang diterima BPBD Kabupaten Malang. Jumlahnya masih dapat berubah seiring proses pemutakhiran data,” ujar Purwoto.

Dari seluruh kejadian, tanah longsor menjadi bencana yang paling banyak terjadi dengan 71 peristiwa. Selanjutnya cuaca ekstrem sebanyak 42 kejadian, pohon tumbang 28 kejadian, banjir atau genangan 9 kejadian, kegagalan konstruksi 5 kejadian, gempa bumi berdampak 2 kejadian, serta 1 kejadian kecelakaan atau musibah.

Dampak bencana tersebut cukup besar. BPBD mencatat tiga orang meninggal dunia, tujuh orang mengalami luka-luka, serta 671 jiwa terdampak.

Kerusakan juga terjadi pada berbagai bangunan dan infrastruktur. Sebanyak 108 bangunan terendam banjir, 223 bangunan mengalami rusak ringan, lima bangunan rusak sedang, dan satu bangunan rusak berat.

Sementara itu, terdapat 14 infrastruktur rusak ringan dan satu infrastruktur rusak sedang. Di sektor pendidikan, tiga fasilitas pendidikan mengalami kerusakan ringan. Sedangkan fasilitas umum yang terdampak mencapai 10 unit, meliputi musala, pertokoan, fasilitas kesehatan, hingga gudang.

Kerusakan lingkungan turut tercatat, yakni seluas 15.264 hektare lahan terdampak, 55 pohon tumbang, serta 25.000 ekor ayam terdampak akibat berbagai kejadian bencana.

Berdasarkan data bulanan, Januari menjadi periode dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 57 kasus. Disusul April sebanyak 43 kejadian, Februari 42 kejadian, Maret 40 kejadian, sedangkan Mei dan Juni masing-masing mencatat 21 kejadian.

BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah rawan longsor dan banjir. Masyarakat juga dapat melaporkan kejadian kebencanaan melalui media sosial @bpbd_malangkab maupun situs resmi BPBD Kabupaten Malang.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Disiram Air Bunga Usai Naik Pangkat, 74 Personel Polres Malang Diingatkan Tingkatkan Pengabdian

4 Juli 2026 - 12:37 WIB

Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Irigasi Bululawang, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan

4 Juli 2026 - 08:53 WIB

Aksi Curanmor Trail di Gondanglegi Digagalkan Warga, Dua Pelaku Berakhir di Tangan Polisi

4 Juli 2026 - 05:17 WIB

Rampok Mobil di Sumberpucung Ditangkap, Polisi Buru Kemungkinan Pelaku Lain

3 Juli 2026 - 20:52 WIB

YPTWT Gagal di Pengadilan, YPTT Tegaskan Hak Kelola SMK/STM Turen dan SMP Bhakti

3 Juli 2026 - 18:30 WIB

Percepat Indonesia Bebas TBC, Wamenkes Tinjau Skrining Massal Berbasis X-Ray di Dampit

3 Juli 2026 - 15:20 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !