BACAMALANG.COM — Momen liburan sekolah membawa angin segar bagi pelaku UMKM kuliner di Kabupaten Malang. Ramainya masyarakat yang menghabiskan waktu bersama keluarga maupun teman saat akhir pekan berdampak pada meningkatnya jumlah pengunjung di sejumlah tempat makan, salah satunya Nasi Goreng Gila Kepanjen.
Kedai yang berlokasi di Kepanjen ini menjadi salah satu destinasi favorit untuk bersantai. Pengunjung datang dari berbagai kalangan, mulai komunitas, keluarga, hingga pasangan muda yang memanfaatkan liburan untuk menikmati suasana nyaman sambil menyantap hidangan.
Owner Nasi Goreng Gila Kepanjen, Agus, mengatakan jumlah pembeli selama masa liburan sekolah meningkat sekitar 10 persen dibanding hari biasa.
> “Jumlah pembeli saat liburan naik sekitar 10 persen. Menu favorit tetap nasi goreng. Harganya Rp13 ribu untuk makan di tempat dan Rp14 ribu jika dibungkus,” ujarnya kepada Bacamalang, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Agus, pengunjung yang datang cukup beragam. Rombongan komunitas kerap memanfaatkan lokasi tersebut untuk menggelar makan bersama, arisan, berfoto, hingga sekadar berkumpul dan berbincang.
Sementara itu, kelompok pelajar juga mendominasi selama masa liburan. Mereka datang bersama teman-teman untuk menikmati makanan dan minuman, sekaligus mengabadikan momen di berbagai spot foto yang telah disediakan.
Selain rombongan, banyak pula pasangan yang memilih bersantai di area taman. Mulai dari keluarga muda yang membawa anak hingga pasangan remaja dan mahasiswa yang menikmati suasana teduh di bawah payung-payung hias.
Agus menjelaskan, rombongan besar umumnya datang menggunakan mobil, sedangkan anggota komunitas lebih banyak menggunakan sepeda motor dan berkumpul secara bertahap sebelum memulai kegiatan.
Meningkatnya jumlah pelanggan juga berdampak pada pesanan makanan. Untuk memenuhi permintaan, pihak kedai bekerja sama dengan layanan ojek online karena keterbatasan tenaga pengiriman.
Tak hanya mengandalkan cita rasa, Nasi Goreng Gila Kepanjen juga menawarkan suasana yang nyaman. Area kedai dibuat lapang dengan taman hijau, kolam berisi ikan nila dan gurami, serta pilihan tempat duduk lesehan maupun kursi yang cocok untuk bersantai bersama keluarga dan teman.
Di area dapur, pengunjung juga dapat melihat langsung proses memasak. Agus memberdayakan remaja sekitar sebagai karyawan sekaligus membimbing mereka mengolah berbagai menu nasi goreng kekinian dengan aneka pilihan topping.
Meski mengaku belum terbiasa menggunakan teknologi dan media sosial, Agus bersyukur promosi kedainya dibantu sang anak melalui TikTok, Facebook, dan Instagram. Berbagai konten serta promo yang diunggah di media sosial dinilai efektif memperkenalkan usahanya kepada masyarakat yang lebih luas.
Di tengah persaingan usaha kuliner dan kenaikan biaya produksi, Agus memilih mempertahankan harga menu agar tetap terjangkau. Baginya, menjaga loyalitas pelanggan lebih penting daripada mengejar keuntungan yang besar.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































