Wamen PPPA RI Bahas Ekonomi Hijau Berbasis Bambu di Ngantang - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 13 Jul 2026 14:04 WIB ·

Wamen PPPA RI Bahas Ekonomi Hijau Berbasis Bambu di Ngantang


 Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Veronica Tan. (Humas Pemkab Malang) Perbesar

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Veronica Tan. (Humas Pemkab Malang)

BACAMALANG.COM – Kementerian Kehutanan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, menguatkan komitmen pengembangan perhutanan sosial. Fokusnya pada pemanfaatan bambu sebagai penggerak ekonomi hijau masyarakat di kawasan hutan.

Komitmen itu disampaikan dalam Rembug Perhutanan Sosial bertajuk “Pengembangan Ekonomi Hijau Berbasis Bambu” yang digelar di Desa Sidodadi, Kecamatan Ngantang, Minggu (12/7/2026).

Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. hadir mendampingi Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, serta Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI.

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, kelompok perhutanan sosial, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat. Pembahasan mengarah pada strategi peningkatan kesejahteraan melalui produk olahan bambu bernilai tambah, perluasan akses pasar, penguatan kelembagaan, hingga kemitraan lintas sektor.

Kabupaten Malang memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, termasuk bambu yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Pemerintah Kabupaten Malang mendukung pengembangan perhutanan sosial melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat. Keberhasilan perhutanan sosial tidak hanya diukur dari peningkatan pendapatan, tetapi juga dari terjaganya fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan.

Wamen PPPA Veronica Tan menyoroti peran strategis perempuan dalam menggerakkan ekonomi keluarga melalui usaha berbasis hasil hutan bukan kayu.

“Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga. Melalui pengembangan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu seperti bambu, kita ingin menciptakan peluang ekonomi yang inklusif sehingga perempuan dapat semakin berdaya, mandiri, dan turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Veronica Tan.

Dalam dialog interaktif, sejumlah kelompok perhutanan sosial menyampaikan aspirasi terkait pendampingan, peningkatan kapasitas SDM, akses pembiayaan, pengembangan industri hilir, hingga perluasan jaringan pemasaran produk bambu. Masukan tersebut akan menjadi bahan perumusan langkah strategis ke depan.

Melalui rembug ini diharapkan terbangun komitmen bersama untuk mengoptimalkan potensi bambu. Tujuannya agar masyarakat sekitar hutan semakin mandiri dan sejahtera, sekaligus menjaga kelestarian hutan bagi generasi mendatang.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

POCARI SWEAT Run Lombok 2026 Sukses Gaet 9.200 Pelari, Sport Tourism Dongkrak Ekonomi hingga Rp95 Miliar

13 Juli 2026 - 12:28 WIB

Disnaker Kabupaten Malang Cetak Wirausaha Baru Lewat Pelatihan Roti dan Kue, Dorong Terciptanya Lapangan Kerja

12 Juli 2026 - 14:00 WIB

Guna Mitigasi Masalah Internal Perusahaan, DPK Apindo Malang Raya Gelar Klinik Hukum Rutin

11 Juli 2026 - 13:46 WIB

CIMB Niaga Syariah Resmikan Syariah Digital Branch di Malang, Perkuat Ekosistem Halal dan Layanan Perbankan Modern

10 Juli 2026 - 12:45 WIB

BPOM Apresiasi Komitmen PT Amerta Indah Otsuka, Budaya Mutu dan Keamanan Pangan Jadi Teladan Industri

10 Juli 2026 - 08:59 WIB

BUMDes Bejo Sukses Kembangkan 800 Ayam Petelur, Terkendala Pakan Mahal dan Harga Telur Anjlok

9 Juli 2026 - 21:24 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !